Petani Dilatih Membiasakan Mencatat Biaya Usaha Tani

oleh -528 klik
Tenaga Ahli (TA) Keuangan Pedesaan IPDMIP Regional  II, Sri Sumaryani menyampaikan materi kepada peserta Pelatihan Literasi Edukasi dan Keuangan (PLEK). Dia meminta petani membiasakan diri mencatat biaya pada setiap tahap kegiatan usaha tani. IST
Tenaga Ahli (TA) Keuangan Pedesaan IPDMIP Regional II, Sri Sumaryani menyampaikan materi kepada peserta Pelatihan Literasi Edukasi dan Keuangan (PLEK). Dia meminta petani membiasakan diri mencatat biaya pada setiap tahap kegiatan usaha tani. IST

JERNIHNEWS.COM-Tenaga Ahli (TA) Keuangan Pedesaan IPDMIP Regional II, Sri Sumaryani meminta peserta Pelatihan Literasi Edukasi dan Keuangan (PLEK) membiasakan diri mencatat biaya pada setiap tahap kegiatan usaha tani.

Suasana pelaksanaan PLEK. IST
Suasana pelaksanaan PLEK. IST

Permintaan itu disampaikan, Sri Sumaryani ketika memantau dan sekaligus menutup kegiatan PLEK bagi ketua Kelompok Tani (Poktan) beserta isteri di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpur, beberapa hari lalu.

Sri Sumaryani yang didampingi koordinator kabupaten, IPDMIP, Hardiwilson dan panitia pelaksanaan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, menyebutkan, dalam kegiatan PLEK ini peserta telah diberikan materi penguatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian.

Selain penguatan kapasitas, sambung Sri Sumaryani, peserta juga diajarkan pengelolaan keuangan usaha tani dan rumah tangga tani. Bahkan, peserta dibekali cara mendapatkan akses permodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR) dan jaminan usaha tani melalui asuransi usaha tani padi (AUTP).

Sri Sumaryanii pun berharap setelah pelatihan ini peserta PLEK meneruskan pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini kepada anggota Poktan dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami.

Kegiatan PLEK yang merupakan bagian program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) Kementerian Pertanian. Di Kabupaten Sijunjung kegiatan ini dipusatkan di empat BPP, yakni BPP IV Nagari, Sijunjung, Kamang Baru dan Sumpur Kudus.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari peserta. Markatap Datuk Rajo Endah (58) misalnya, Ketua Poktan Panjang Utara dari Nagari Unggan mengaku banyak ilmu diperoleh dalam kegiatan PLEK tersebut.

"Selama ini, kami tidak pernah mencatat keuangan usaha tani. Setelah dibekali pengetahuan kami bertambah," ucap ayah empat anak yang sukses mengantarkan dua anak menjadi sarjana.

Pengakuan senada juga disampaikan Ketua Poktan Potai Sakato, Nagari Sumpur Kudus, Maizar (43).

Maizar menyebutkan, dalam program IPDMIP tidak hanya difasilitasi teknik budidaya melalui kegiatan sekolah lapangan (SL) juga dibekali cara mengelola keuangan usaha tani dan rumah tangga tani.

"Kegiatan PLEK ini tambahan pengetahuan baru bagi kami dalam mengelola keuangan usaha tani dan rumah tangga tani," kata suami dari Yanti Purnama. (zet)