Capaian Vaksinasi Covid-19, Agam dan Pessel Terendah di Sumbar

oleh -449 klik
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat divaksinasi Covid-19. NET
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat divaksinasi Covid-19. NET

JERNIHNEWS.COM-Capaian realisasi vaksinasi Covid-19 Sumbar masih rendah dan berada di bawah rata-rata nasional bersama sembilan provinsi lainnya. Vaksinasi I yang paling rendah Kabupaten Agam, sedangkan vaksinasi II yang paling rendah realisasinya Kabupaten Pessel. Gubernur Mahyeldi mengimbau Bupati/Walikota menggencarkan vaksinasi di daerah masing-masing.

Gubernur Sumbar Mahyeldi selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar mengimbau bupati dan walikota agar lebih menggencarkan program vaksinasi di daerahnya masing-masing.

Imbauan Gubernur Sumbar Mahyeldi yang juga selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar disampaikan melalui Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, di Padang, Rabu (08/09/2021).

"Imbauan ini menindaklanjuti keinginan Presiden RI Joko Widodo agar 9 daerah termasuk Sumbar mengakselerasi capaian vaksinasinya. Mengingat capaian vaksinasi ke-9 daerah tersebut masih rendah, di bawah rata-rata vaksinasi nasional," kata Jasman.

Berdasarkan data terkini vaksinasi Covid-19 Sumbar per tanggal 7 September 2021, total vaksinasi dosis pertama di Sumbar mencapai 17,56 persen. Atau baru 777.780 dari total sasaran vaksinasi 4.408.509 sasaran. Sedangkan untuk vaksinasi kedua, baru mencapai 9,80 persen.

"Maka dari itu, pak Gubernur berharap agar penekanannya pada vaksinasi, sebab untuk jumlah stok vaksin Covid-19 di Sumbar, sangat cukup. Hampir setiap hari datang dari Jakarta. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Sumbar, per tanggal 7 September 2021, total stok vaksin Covid-19 yang ada di Gudang Vaksin Dinas Kesehatan Sumbar, mencapai 198,588 dosis," ungkap Jasman.

Stok vaksin tersebut terdiri dari vaksin Sinovac 41.900 dosis, Astrazeneca 2.550 dosis, Moderna 8.568 dosis dan Coronavac 145.570 dosis. Selain stok di atas, juga terdapat 1.705.712 dosis stok vaksin yang telah didistribusikan di Kabupaten dan kota.

"Sebenarnya minat vaksin masyarakat Sumbar sangat tinggi. Terbukti dari hampir setiap lokasi vaksinasi selalu ramai warga yang antusias ingin divaksin. Dan tidak hanya fasilitas kesehatan pemerintah saja yang melakulan vaksinasi, institusi dan lembaga swasta pun tidak sedikit yang menggelar vaksinasi. Dan stok vaksin kita juga ternyata cukup. Hanya strategi vaksin kita saja yang kurang tepat dan sesuai arahan Gubernur Sumbar, kiranya kabupaten kota agar segera mengebut pencapaian vaksinasi di daerah masing-masing," ungkap Jasman.

Jasman juga menambahkan, untuk mempertegas imbauan peningkatan vaksinasi di daerah, dalam waktu dekat Gubernur secara resmi akan menerbitkan surat edaran tentang akselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sumbar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, dihubungi terpisah mengatakan juga telah menyiapkan beberapa langkah strategis akselerasi, yakni menggiatkan vaksinasi di sekolah-sekolah, terutama di daerah yang sudah mulai menerapkan sekolah tatap muka.

"Selain vaksinasi ke sekolah-sekolah, langkah lainnya adalah distribusi vaksin. Saya sudah sampaikan ke dinas kesehatan agar sisa vaksin yang ada didistribusikan segera ke kabupaten kota, terutama ke puskesmas- puskesmas. Jadi dengan begitu kita harapkan terjadi percepatan vaksinasi di Sumbar," harap Wagub.

Terkait 1.705.712 stok vaksin yang telah disebar ke dinas kesehatan kabupaten dan kota, berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar tercatat, per tanggal 7 September, besarannya adalah sebagai berikut; Kota Padang 261.910 dosis, Bukittinggi 30.170 dosis, Pariaman 14.520 dosis, Kota Solok 24.340 dosis, Padang Panjang 34.430 dosis, Payakumbuh 41.070 dosis, Sawahlunto 10.040 dosis, Kabupaten 50 Kota 36.540 dosis.

Kabupaten Pasaman 33.770 dosis, Pasaman Barat 23.360, Agam 32.230, Padang Pariaman 35.030, Tanah Datar 43.810, Kabupaten Solok 38.870, Solok Selatan 30.760, Sijunjung 31.150, Dharmasraya 85.700, Pesisir Selatan 35.390, dan di Kepulauan Mentawai 27.820 dosis.

Selain itu, stok vaksin juga terdapat di Denkesyah 01.04.04 sebanyak 62.300 dosis, Bidokkes 70.900, KKP kelas II 2.600, RSUP M.Djamil 20.900, RS. Otak M.Hatta 7.200 dosis.

Berikut persentase capaian Vaksinasi Dosis I per 7 September 2021 :

  1. Kota Padang Panjang 48,15
  2. Kota Bukittinggi 41,43
  3. Kota Solok 34,63
  4. Kabupaten Dharmasraya 32,69
  5. Kota Padang 30,60
  6. Kota Payakumbuh 25,48
  7. Kota Sawahlunto 25,38
  8. Kota Pariaman 19,62
  9. Kabupaten Solok Selatan 19,32
  10. Kabupaten Sijunjung 17,43
  11. Kabupaten Kepulauan Mentawai 16,64
  12. Kabupaten Tanah Datar 14,81
  13. Kabupaten Lima Puluh Kota 14,04
  14. Kabupaten Solok 12,53
  15. Kabupaten Pasaman 11,44
  16. Kabupaten Padang Pariaman 9,99
  17. Kabupaten Pesisir Selatan 9,51
  18. Kabupaten Pasaman Barat, 7,58
  19. Kabupaten Agam 6,98

Persentase Capaian Vaksinasi Dosis II per 7 September 2021 :

  1. Kota Padang Panjang 32,29
  2. Kota Bukittinggi 20,75
  3. Kota Solok 19,94
  4. Kota Padang 19,10
  5. Kota Sawahlunto 18,67
  6. Kota Payakumbuh 17,78
  7. Kabupaten Dharmasraya 16,12
  8. Kota Pariaman 10,88
  9. Kabupaten Sijunjung 9,49
  10. Kabupaten Kepulauan Mentawai 8,49
  11. Kabupaten Tanah Datar 7,80
  12. Kabupaten Solok Selatan 7,79
  13. Kabupaten Lima Puluh Kota 7,23
  14. Kabupaten Pasaman 5,51
  15. Kabupaten Padang Pariaman 5,24
  16. Kabupaten Agam 4,73
  17. Kabupaten Solok 4,70
  18. Kabupaten Pasaman Barat 4,60
  19. Kabupaten Pesisir Selatan 4,28

"Secara umum disimpulkan, bahwa stok vaksin di Sumbar masih cukup dan banyak, terutama diberbagai puskesmas, rumah sakit di daerah kabupaten kota. Sesuai harapan dan himbauan Gubernur Sumbar, diharapkan kabupaten kota segera melakukan berbagai upaya, agar stok vaksin yang ada diberbagai puskesmas dan rumah sakit daerah agar segera dihabiskan. Kalau tidak dihabiskan, takutnya nanti kadaluarsa" kata Jasman menandaskan. (pr/rel)