Lulusan Ponpes Ma'arif Assa'adiyah Peroleh Beasiswa Universitas Al-Azhar Mesir

oleh -2008 klik
KH. Sudirman Syair dan Yayang Yosti Pratama. JNC
KH. Sudirman Syair dan Yayang Yosti Pratama. JNC

JERNIHNEWS.COM-Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ma'arif Assa'adiyah Kabupaten Limapuluh Kota, KH. Sudirman Syair merasa sangat gembira. Dia bersyukur, salah seorang santri ponpes yang dia pimpin memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Adalah Yayang Yosti Pratama, santri yang mujur itu. Yayang selalu juara umum di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Ma'arif Assa'adiyah.

Gerbang Kampus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. NET
Gerbang Kampus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. NET

Beasiswa berkuliah di Universitas Al-Azhar Mesir ini adalah kerja sama antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Universitas Al-Azhar. Dari kerja sama tersebut, setiap tahun NU memperoleh kuota beasiswa sebanyak 30 orang. Selain biaya kuliah dan kebutuhan hidup, penerima beasiswa juga diberikan tiket pulang balik ke Indonesia. Setiap tahun juga disediakan tiket pulang pergi untuk pulang ke tanah air, Indonesia.

"Syukur Alhamdulillah. Akhirnya santri Ponpes Ma'arif Assa'adiyah bisa kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dengan memperoleh beasiswa. Ini adalah apreasiasi dari NU. Tadi malam, Senin (06/09/2021) selama 2 jam kami menerima kabar dan penjelasan tentang beasiswa ini secara virtual dari pengurus PB NU. Selamat kami ucapkan kepada Yayang," kata KH. Sudirman Syair, saat berkunjung ke Redaksi Jernihnews.com, Jl. Sudirman No. 135 Balai Cacang, Payakumbuh, Selasa (07/09/2021) pagi.

Dijelaskan KH. Sudirman Syair, pertemuan virtual dengan PB NU malam tadi diikuti oleh Ketua Penanggungjawab Kerja Sama Beasiswa Universitas Al-Azhar dengan-PB NU, KH. Muhammad Sudradjat, LC, MA dan pelaksana pengurusan beasiswa Atailah Muhammad, Lc. Pada kesempatan itu KH. M. Sudrajat mempersilahkan Yayang memililih jurusan yang cocok atau yang diinginkan. Yayang juga bisa memilih jurusan di luar jurusan keagamaan Islam, misalnya kedokteran, perminyakan, pertambangan dan lainnnya. Karena jurusan yang tersedia cukup banyak. Namun, lebih dari 70 persen mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al-Azhar mengambil jurusan keagamaan Islam.

"Jadi kata KH. Sudrajat malam tadi, Yayang boleh memililih jurusan. Bahkan, beliau menyarankan mengambil kedokteran, karena jika kuliah kedokteran di Indonesia dengan biaya sendiri biayanya sangat mahal. Saran lainnya juga bisa mengambil jurusan perminyakan," kata KH. Sudirman Syair mengulas kembali isi pertemuan virtual mereka.

Keluarga Yayang Yosti Pratama, berdomisili di Nagari Gelulugur Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota. Bapaknya berasal Gelugur, sedang ibunya berasal dari Kabupaten Pasaman. "Yayan adalah santri berprestasi. Dari MTs hingga MA selalu juara umum," sebut KH. Sudirman Syair, sembari menjelaskan, karena bagusnhya prestasi Yayang, pihak ponpes pernah memberi reward berupa rekreasi ke Jakarta selama 15 hari yang biayanya ditanggung pihak ponpes.

Sementara itu Atailah Muhammad, Lc, MA dari PB NU selaku pelaksana kerja sama beasiswa Universitas Al-Azhar dan PB NU mengatakan ke depan, Ponpes Ma'arif Assa'adiyah setiap tahun diberikan jatah beasiswa kuliah ke Universitas Al-Azhar setiap tahun. Atailah juga menjelaskan persyaratan bagi calon penerima beasiswa adalah bisa berbahasa Arab dengan menguasai ilmu alat (nau, saraf, usulfik, baragah, dan mantik) serta mampu bercakapan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Hafalan Alquran 10 juz minimal, yang wajib juz amma (juz 30) dan juz 1.

KH. Sudirman Syair menjelaskan, bahwa Yayang menerima beasiswa kuliah ini adalah rekomendasi pimpinan ponpes. Beasiswa kuliah di Al-Azhar Mesir adalah hasil kesepakatan Ketum PB NU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj MA dengan Grand Syekh Universitas Al Azhar Ahmad Atthoib pada tahun 2018 silam. Dengan kesepakatan itu maka lahirlah kerja sama PBNU dengan Universitas Al Azhar.

Jumlah kuota beasiswa yang diberikan Universitas Al-Azhar untuk NU sebanyak 30 pertahun. Jumlah itu lebih besar dari pada jatah fasilitas beasiswa yang diberikan secara resmi kepada pemerintah RI yang hanya 20 orang per tahun. Sekarang adalah periode keempat kerja sama tersebut. "Bagi Ponpes Ma'arif Assa'adiyah, ini adalah hadiah atau apreasiasi yang luar biasa dari PB NU," sebut KH. Sudirman Syair, sembari menjelaskan berkemungkinan Yayan berangkat di 2022, karena untuk kuota beasiswa 2020, para penerima berangkat ke Mesir pada Agustus 2021, bulan lalu.

Selama menunggu jadwal keberangkatan, Yayang diminta terus mengasah dan menyiapkan diri sebagaimana persyaratan yang telah ditetapkan, sehingga saat berangkat atau menjalani kuliah nanti tidak terkendala. Sebelum Yayang, sudah empat orang lulusan Ponpes Ma'arif As'saadiyah yang kuliah di Universitas Al-Azhar, tapi tidak fasilitas beasiswa, melainkan biaya sendiri. (erz)