Joni Hendri Bersama APII Audiensi dengan Wapres RI Ma'ruf Amin

oleh -827 klik
Wapres RI Ma'ruf Amin, Sekjen Asosiasi Produsen Insinerator Indonesia (APII) Joni Hendri, dan suasana audiensi pengurus pusat APII dengan Wapres di Jakarta. Audiensi membahas tentang limbah B3 Covid-19 di Tanah Air yang belum tertangani. (IST)
Wapres RI Ma'ruf Amin, Sekjen Asosiasi Produsen Insinerator Indonesia (APII) Joni Hendri, dan suasana audiensi pengurus pusat APII dengan Wapres di Jakarta. Audiensi membahas tentang limbah B3 Covid-19 di Tanah Air yang belum tertangani. (IST)

JERNIHNEWS.COM-Joni Hendri, S.Kom, MM, Sekjen Asosiasi Produsen Insinerator Indonesia (APII) bersama jajaran pengurus inti APII lainnya beraudiensi dengan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma'ruf Amin. Audiensi tersebut membahas tentang penanganan limbah B3 Covid-19 di Tanah Air.

Limbah B3 Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta lokasi isolasi pasien Covid-19 yang kondisinya semakin menumpuk. NET
Limbah B3 Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta lokasi isolasi pasien Covid-19 yang kondisinya semakin menumpuk. NET

Menurut Joni Hendri yang berasal dari Nagari KotoNan Gadang, Kota Payakumbuh, saat ini limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Covid-19 sama sekali belum tertangani, sebagaimana mestinya. Padahal limbah itu telah menumpuk di rumah sakit, puskesmas, labor, lokasi isolasi dan lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

"Karena itulah kami dari APII, selaku wadah bernaungnya perusahaan yang memproduksi insinerator dalam negeri menyampaikan hal ini kepada Pak Wapres. Alhamdulillah beliau sangat respon. Sambutan beliau luar biasa," kata Joni Hendri, saat dihubungi Jernihnews.com, Rabu (01/08/2021).

Pada audiensi yang berlangsung , Senin (30/08/2021), Wapres Ma'ruf Amin mengakui bahwa saat ini persoalan limbah medis Covid-19 belum mendapatkan perhatian khusus. Hal tersebut dikarenakan penanganan yang berkaitan dengan Covid-19 difokuskan pada pengendalian penularan.

"Di banyak daerah, masalah limbah Covid-19 memang belum mendapatkan perhatian khusus karena kesibukan mengendalikan penularan Covid-19 seperti tracing, testing, dan treatment," kata Ma'ruf Amin, dalam audiensi virtual itu, sebagaimana rilis.

Ma'ruf Amin menyebut dari pertemuannya dengan beberapa provinsi, masih banyak yang belum menyentuh masalah limbah Covid-19. Padahal, kata dia, semakin hari limbah medis Covid-19 kian menumpuk. Wapres mengapresisasi inisiatif APII yang berencana membantu pemerintah mempercepat penanganan limbah medis infeksius Covid-19.

"Saya menyambut baik inisiatif APII untuk membantu mempercepat proses penanganan limbah B3 yang memang sekarang sedang diperlukan. Karena pemerintah sedang mulai menggarap masalah penanganan limbah Covid-19 ini," kata dia.

Ma'ruf berharap APII dapat terus mengembangkan teknologi pengelolaan limbah berskala kecil dan mobile sebagaimana yang telah dilakukan. Dia pun menyarankan APII berkomunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) supaya memperoleh standardisasi mutu insinerator yang dimiliki.

Wapres Ma'ruf juga menegaskan, penanganan limbah medis infeksius Covid-19 merupakan bagian penting dari upaya mengatasi pandemi Covid-19. Apalagi limbah medis Covid-19 merupakan limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dan berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19.

"Saya juga minta APII agar berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 baik di tingkat pusat maupun daerah terkait hal ini," ujarnya.

Audiensi APII dengan Wapres Ma'ruf Aien dihadiri juga oleh Ketua Umum APII Rudy Indra Wardhana, Dwina Anggapramudya (Wakil Ketua 1), Eri Rustandi(Wakil Ketua 2), dan bersama dua orang pengurus lainnya.

APII adalah perkumpulan perusahaaan-perusahaan yang merancang, membuat dan melakukan instalasi alat pengolah limbah berupa incinerator. Maksud dan tujuan APII adalah memperkuat produksi incinerator dalam negeri untuk menghadapi persaingan global dan mempersiapkan kemampuan ekspor.

APII dibentuk atas kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah dan sampah dengan menggunakan teknologi insinerator di Indonesia, sehingga para pendiri assosiasi ini memutuskan untuk membentuk sebuah wadah yang bisa menjadi partner pemerintah, swasta, dan pelanggan ke depannya untuk mendapatkan informasi serta teknologi insinerator terbaik yang diproduksi oleh perusahaan lokal di Indonesia.

APII berkantor di Jalan Darmawangsa -- X No. 76A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. APII dideklarasikan pada tanggal 18 Desember 2017 di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jl. D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur.

"Jadi APII sudah mamasuki usia tahun keempat tahun ini. Semoga kami turut dapat berkontribusi dalam penanganan limbah B3 Covid-19 yang tentunya juga sebagai bagian dari upaya memerangi Covid-19 di tanah air," kata Joni Hendri yang juga Ketua Ikatan Keluarga Koto Nan Gadang (IKK) Jakarta, sembari berujar bahwa pasca audiensi dengan Wapres RI, para pengurus APII langsung menindaklanjuti dengan kementerian terkait sebagaimana arahan dari Wapres.(erz)