Gubernur Sumbar Ingin Jadikan 'Silek' Ekstra Kurikuler Sekolah

oleh -418 klik
Gubernur Sumbar Mahyeldi menutup kegiatan Silek Art Festival (SAF) 2021 di Balairung Tuah Basamo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Selasa (31/08/2021) malam. IST
Gubernur Sumbar Mahyeldi menutup kegiatan Silek Art Festival (SAF) 2021 di Balairung Tuah Basamo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Selasa (31/08/2021) malam. IST

JERNIHNEWS.COM-Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengajak Bupati dan Walikota se-Sumbar untuk memasukkan silek (silat) sebagai ekstra kurikuler (ekskul) di sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas.

Ajakan itu disampaikan gubernur saat memberikan sambutan pada penutupan kegiatan Silek Art Festival (SAF) 2021 di Balairung Tuah Basamo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Selasa (31/08/2021) malam.

Tidak hanya menjadi ekskul, untuk menjaga tradisi beladiri yang menjadi kekayaan Minangkabau tersebut, gubernur juga berharap adanya sasaran silek (tempat latihan silat) ada di setiap nagari, bahkan jorong.

Hal ini menurut Mahyeldi tidak terlepas dari silek sebagai rumusan dan pemahaman para leluhur yang menjadi produk kebudayaan Minang. Selain itu, silek juga sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

"Silek Art Festival ini mengangkat jati diri silek sebagai kekayaan Minangkabau yang harus terus kita wariskan dan lestarikan. Selain surau, setiap nagari harus ada sasaran silek, bahkan kalau perlu di tiap jorong. Karena silek adalah bekal bagi generasi muda kita sekaligus sarana pendidikan dan pembinaan yang efektif untuk mewujudkan ketahanan masyarakat," kata mantan Walikota Padang itu sebagaimana keterangan resmi Dinas Kominfo Sumbar.

"Karena itu saya mengajak pada bupati walikota agar menjadikan silek sebagai ekstra kurikuler di sekolah. Hadirkan tuo-tuo silek (guru/pelatih) di sekolah. Silek kita wariskan melalui lembaga pendidikan, sehingga pengakuan dunia atas silat sebagai warisan dunia, betul-betul kita wariskan melalui kebijakan," lanjut Buya.

Silek Arts Festival 2021 yang telah berlangsung sejak 21 Agustus 2021, merupakan kerja kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Sumbar, Platform Indonesiana, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dinas Kabupaten/Kota, serta komunitas seni dan budaya di Sumatera Barat beserta masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti, menyebutkan, selama 10 hari SAF, digelar berbagai kegiatan seperti seminar, lokakarya, workshop, dan lainnya dengan melibatkan 108 sasaran silek dalam rangka mendukung upaya pemajuan kebudayaan. Melalui SAF, Dinas Kebudayaan Sumbar juga ingin mendorong agar silek menjadi ekstra kurikuler di sekolah.

Penutupan SAF ditandai dengan acara puncak penampilan silek tradisi dan mamutuih kaji serta pemukulan gendang oleh gubernur bersama Bupati Pasaman Barat, Wakil Bupati, Kepala Dinas Kebudayaan serta sejumlah pejabat lainnya.(pr)