Ribuan Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Ayo Peduli

oleh -519 klik
Ustadz H. Irwandi Nashir saat menyerahkan santunan untuk anak yatim di Kota Payakumbuh, Rabu (25/08/2021). IST
Ustadz H. Irwandi Nashir saat menyerahkan santunan untuk anak yatim di Kota Payakumbuh, Rabu (25/08/2021). IST

JERNIHNEWS.COM-Dampak Covid-19 tidak hanya pada kesehatan, hingga merenggut nyawa. Tapi juga meninggalkan duka mendalam bagi anak yang berubah menjadi yatim, bahkan yatim piatu, karena nyawa orangtuanya tak terselamatkan saat terpapar virus corona. Data Kemensos RI yang dihimpun melalui Satgas Penanganan Covid-19 per 20 Juli 2021, ada 11.045 anak menjadi yatim, bahkan yatim piatu.

"Jumlah ini tentu akan semakin banyak jika ditambahkan dengan jumlah anak-anak yang yatim/piatu yang sudah ada sebelumnya," ujar Ustadz H. Irwandi Nashir kepada Jernihnews.com usai memberikan ceramah dan menyerahkan santunan untuk anak yatim/piatu di mushalla M. Nur Zein, kawasan Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh, Sumbar, Rabu ( 25/08/2021).

Menurut dosen IAIN Bukittinggi ini, melihat kondisi tersebut umat mesti merespon cepat dengan mulai menyantuni anak yatim/piatu dari lingkungan terdekat, di sekitar kita.

"Di tengah beratnya beban negara dan kompleksitasnya persoalan penanganan pandemi, kita tidak bisa hanya menunggu pemerintah khususnya Kemensos melaksanakan kegiatan penanganan dampak covid-19 pada anak," ujar da'i Sumatera Barat ini.

Berikutnya sebut Irwan Nashir, dana anak yatim yang telah dihimpun mesti segera diserahkan kepada anak-anak yang ayahnya wafat. Sementara, bagi yang ibunya wafat, namun ayahnya fakir-miskin disantuni dari pos dana fakir-miskin, bukan dari dana anak yatim, sebab anak yatim adalah anak yang ayahnya wafat. Istilah piatu untuk menyebut anak yang ibunya meninggal tak ada dalam al-Qur'an. Istilah yang ada adalah yatim yang mengacu kepada anak yang Bapaknya wafat.

"Dana yang dikumpulkan dari donasi itu jangan tunggu satu tahun baru dibagikan. Dana yang terkumpul minimal sekali 2 bulan langsung diberikan kepada anak-anak yatim/piatu," sebut pendiri Lembaga Studi Da'wah Indonesia menegaskan. (erz/ist).