Perihal Mobil Dinas, Kasihan dengan Gubernur Sumbar

oleh -960 klik
Syaiful SE, perantau Minang asal Pariaman di Kota Tanjungpinang yang juga mantan Ketua Organda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). IST
Syaiful SE, perantau Minang asal Pariaman di Kota Tanjungpinang yang juga mantan Ketua Organda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). IST

JERNIHNEWS.COM-Pro dan kontra soal pengadaan dan juga pengembalian mobil dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar masih terus mengalir. Di satu sisi, masih ada yang terus mengkritisi, di bagian lain, tak sedikit pula yang justru prihatin bahkan kasihan dengan Gubernur Mahyeldi dan juga Wagub Audy Joinaldy. Syaiful SE, mantan Ketua Organda Provinsi Kepri yang juga perantau Minang asal Padang Pariaman merasa terenyuh, bahkan malu dengan perlakuan terhadap Gubernur dan Wagub itu.

"Itu kan fasilitas dinas pemimpin Sumbar sebagai sarana mobilitas untuk mereka bekerja. Kasihan Buya Mahyeldi, beliau kini menggunakan kendaraan pribadinya Toyota Innova tua untuk berdinas. Harusnya masyarakat Sumbar malu dong. Masa iya Sumbar kalah dengan Blue Bird yang hanya angkutan umum selalu ganti mobil setiap 5 tahun. Padahal Mahyeldi dan Audy itu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar," kata Syaiful kepada jernihnews.com, dari Tanjungpinang.

Menurut mantan Ketua Organda Kepri yang tentu sangat paham dengan otomotif, dengan pertimbangan kenyamanan, keselamatan dan efisiensi, kendaraan yang sudah berusia 5 tahun itu harus diganti, apalagi untuk mobil dinas BA 1 dan BA 2.

"Mobil yang usianya di atas 5 tahun, kenyamanannya sudah jauh berkurang, demikian juga dengan faktor keselamatan juga menurun. Berikutnya untuk biaya perbaikan, pemeliharaan atau maintenancenya juga tinggi alias semakin membengkak," kata Syaiful, jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta yang juga aktif pada berbagai organisasi masyarakat Minang di Provinsi Kepri, yang wilayahnya berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

Pada sisi lain Syaiful juga mempertegas, bahwa dengan kondisi alam Sumbar yang berbukit, bergunung dan berpantai, banyak tanjakan, turunan terjal, belokan-belokan tajam, serta kondisi jalan yang tidak semuanya baik, bahkan banyak berbatu dan berlumpur, maka berisiko tinggi terhadap keselamatan Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy jika mobil dinasnya tidak dalam kondisi baik atau sehat.

"Masyarakat Sumbar harus memikirkan keselamatan pemimpinnya, jangan sampai kita dianggap intoleran terhadap pemimpin sendiri," ujar Syaiful mengingatkan.

Syaiful berharap tokoh-tokoh masyarakat Sumbar untuk berempati dan duduk semeja membicarakan hal ini, sehingga tidak berlarut-larut. Mobil dinas itu sebaiknya diserahkan kembali kepada Gubernur dan Wagub Sumbar, sehingga mereka bisa menggunakan dalam bertugas guna dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Sumbar.

"Kita memahami saat ini kondisi perekonomian terdampak Covid-19. Namun jangan semuanya dikaitkan dengan itu. Mobil dinas gubernur dan wagub juga hal yang sangat penting sebagai sarana mereka bekerja untuk melayani masyarakat," sebut Syaiful yang juga Ketua Pembina Pemuda Kota Tanjungpinang tersebut menandaskan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pengadaan mobil dinas baru Gubernur dan Wagub Sumbar di tengah pandemi corona mendapat kritik pedas dari sejumlah pihak. Mobil baru dinas baru gubernur jenis Mitsubishi Pajero, sedangkan wagub Hyundai Paladise. Alasan pengadaan itu, karena mobil dinas lama peninggalan Gubernur lama sering rusak. Bahkan, mobil dinas lama yang pengadaannya tahun 2016 itu, sempat dua kali remnya blong sehingga nyaris mencelakakan Gubernur Mahyeldi. Beberapa kali diperbaiki juga kembali rusak.

Karena derasnya kritikan dari sejumlah pihak soal pengadaan mobil dinas baru yang sempat telah beberapa bulan dipakai itu, maka Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy menyerahkannya untuk operasional Satgas Covid-19 Sumbar. Mobilitu diserahkan kepada Plh. Kepala BPBD Sumbar Mulyadi, Kamis (19/08/2021) di Gubernuran Sumbar.

Selanjutnya Gubernur Mahyeldi menggunakan mobil pribadinya untuk berdinas berupa mobil Toyota Innova tua warna cream. Sedangkan Wagub Sumbar Audy Joinaldy yang memang berlatar pengusaha sukses, menggunakan mobil pribadinya Mercedes Benz GLS-Class 400 4Matic yang harganya lebih Rp2 miliar. Sedangkan harga mobil pribadi Gubernur Mahyeldi diperkirakan hanya sekitar Rp120 juta. (erz)