Bupati dan Rektor Sepakat Bangun Kampus UNP di Pasaman

oleh -389 klik
Bupati Pasaman Benny Utama, SH, MM dan Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D menandatangani naskah kerja sinergitas pembangunan Kampus UNP di Pasaman, Sabtu (31/07/2021) di Pasaman. DOK. PEMKAB PASAMAN
Bupati Pasaman Benny Utama, SH, MM dan Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D menandatangani naskah kerja sinergitas pembangunan Kampus UNP di Pasaman, Sabtu (31/07/2021) di Pasaman. DOK. PEMKAB PASAMAN

JERNIHNEWS.COM-Rencana pembangunan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) di Kabupaten Pasaman, tinggal selangkah lagi. Hal itu setelah dilakukannya penandatanganan naskah kerjasama Sinergitas Pembangunan Kampus UNP oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama dan Rektor UNP Prof. Ganefri, PhD, Sabtu (31/07/21), di Kecamatan Tigo Nagari, atau wilayah "Segitiga Emas" Pasaman yang berbatasan dengan Agam dan Pasaman Barat.

"Sebagai Bupati, Pak Benny sangat care dengan dunia pendidikan, dan kami di UNP siap mendukung," ujar Prof. Ganefri, mengawali sambutannya, sebagai rilis Pemkab Pasaman.

Rektor UNP Ganefri menyatakan UNP siap mendukung keinginan Bupati Benny Utama untuk memajukan dunia pendidikan di Pasaman, dan Sumbar secara umum.

Menurutnya, Sumbar adalah daerah yang minim potensi sumber-sumber usaha ekonomi, karenanya potensi sumber daya manusia yang handal di daerah ini, harus dikembangkan dan diangkat melalui jalur pendidikan.

"Keunggulan Sumatera Barat terletak pada sumber daya manusianya, artinya pembangunan Sumatera Barat semestinyalah dititikberatkan pada bidang pembangunan manusia," terangnya.

Sempat diungkap Rektor UNP, indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasaman beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, walau di masa lima tahun sebelumnya sempat baik, berada di 10 besar Sumatera Barat.

"Sekarang IPM Pasaman di nomor dua terakhir, atau hanya satu tingkat di atas Mentawai," timpal Wakil Rektor IV UNP, Prof. Yasri, yang ikut hadir bersama Wakil Rektor II UNP bidang Aset, Syahril, Ph.D.

Rektor UNP merasa optimis, di bawah kepemimpinan H. Benny Utama, Kabupaten Pasaman akan lebih baik, dan UNP siap mendukung kenaikan IPM Pasaman di bidang pendidikan.

Prof. Ganefri turut mengungkapkan rencana perubahan nama dan status UNP menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTBH), dengan kewenangan yang lebih luas, dan memiliki otonomi untuk lebih leluasa bergerak mengembangkan diri.

"UNP saat ini tercatat sebagai universitas terbesar di Pulau Sumatera, dengan jumlah mahasiswa 50.000 orang, memiliki tujuh kampus yang tersebar di Padang, Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Painan, dan Insya Allah kampus di Pasaman jadi yang ke delapan," kata Rektor UNP yang juga mantan Ketua Kopertis Wilayah X Padang itu.

"Kampus UNP di Pasaman rencananya untuk prodi jurusan pendidikan, pertanian dan kepariwisataan," sebutnya.

Ditambahkan, dengan perubahan status PTBH, UNP sudah membuat master plan besar, tidak hanya pengembangan kampus, namun juga bergerak ke usaha perhotelan dan usaha lain, dengan tetap berbasis pendidikan.

Dikatakan, UNP telah memiliki areal di Tarok City Pariaman seluas 150 Ha, untuk pengembangan prodi manajemen golf dan pembangunan lapangan golf.

Untuk kampus UNP di daerah-daerah selain 4 kampus di Padang, di Bukittinggi UNP mengembagkan fakuktas kedokteran, di Painan yang dimulai tahun ini terdapat jurusan Tekhnologi Informatika, teknik mesin dan otomotif, di Payakumbuh prodi studi Kuliner Minang, sedangkan Pariaman bidang study keperawatan, dan di Sawahlunto Jurusan Tekhik Mesin serta Pertambangan.

Pengembangan kampus di daerah-daerah, kata Ganefri adalah salah satu pola UNP untuk mengadakan pendekatan ke rakyat.

"Saat ini mahasiswa UNP ada di seluruh Kecamatan dan nagari di Sumatera Barat, serta ribuan lainnya terdapat di luar Provinsi Sumatera Barat," katanya.

Turut diingatkan, pendidikan Sumbar saat ini sudah jauh tertinggal dari propinsi tetangga, Riau dan Jambi. Namun hal Ini dapat dimaklumi, karena perekonomian daerah tetangga jauh lebih baik. "Jangan lagi beranggapan Sumbar itu pendidikannya lebih maju. Itu dulu," ingat Prof. Ganefri.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Rektor UNP menegaskan peran serta dan perhatian pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memajukan kembali dunia pendidikan di Sumatera Barat.

"Memulai pembanguan pendidikan itu harus dari sektor dasar, yakni dari Pendidikan Usia Dini atau PAUD. Dan masyarakat harus kembali pada mindset berpikiran orang tua kita dulu, 'bialah dikurang-kurangi makan, asal anak lai sekolah," tukuknya.

Kampus UNP Dibangun di Kawasan Segi Tiga Emas

Bupati Pasaman H. Benny Utama dalam sambutannya menyebut bahwa lokasi pembangunan Kampus UNP di Kecamatan Tigo Nagari, merupakan kawasan "Segi Tiga Emas", sebuah kawasan strategis yang memiliki potensi besar.

"Ada dua lokasi yang kita tawarkan ke Pak Rektor, dan pilihannya kita serahkan ke pihak UNP. Namun pembangunan infrastruktur jalan ke lokasi kampus nantinya, menjadi tanggung jawab pemda dan masyarakat Kabupaten Pasaman," ujar Bupati Benny Utama.

Selain rencana pembangunan Kampus dan pengembangan dunia pendidikan, Pemkab Pasaman juga akan merealisasikan kerja sama kajian analisa jabatan di 'tubuh' Pemkab Pasaman, analisa kajian masalah ekonomi Pasaman, serta sektor dan bidang lain yang membutuhkan kajian akademik.

Turut diungkap Bupati, tahun 2022 depan, Pemkab Pasaman kembali melanjutkan program pendidikan gratis 12 tahun bagi seluruh anak-anak Pasaman, yang programnya sempat terhenti di lima tahun terakhir, termasuk pembenahan kembali program pendidikan anak usia dini, yang lima tahun lalu juga sudah terlaksana Program Satu Jorong Satu PAUD di masa kepemimpinan Bupati Pasaman periode 2015-2020 lampau.

Usai acara penandatanganan naskah kerjasama, Bupati dan Rektor beserta rombongan melakukan peninjauan dua lokasi peruntukan Kampus UNP di Kecamatan Tigo Nagari, Pasaman.

Turut hadir dua Wakil Rektor UNP, anggota DPRD Sumbar Syawal Dt. Putiah dan 'Ongah Yono' Suharjono, Anggota DPRD Pasaman Martias Kuncoro, Kepala OPD Teknis Pemkab Pasaman, Wali Nagari serta tokoh masyarakat Tigo Nagari.

Sebelum makan siang, rombongan disuguhi sajian katan durian, lantaran daerah Tigo Nagari sedang 'Musim Durian'. (bh)