50 Kota dan Pasaman Sepakat Tuntaskan Jalan Koto Tinggi-Bonjol

oleh -1364 klik
Bupati Pasaman, Benny Utama, SH, MM menandatangani naskah kesepakatan antara Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pasaman menuntaskan pembangunan jalan Koto Tinggi-Bonjol yang juga diteken oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Selasa (13/07/2021) di Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak. DOK.PEMKAB PASAMAN
Bupati Pasaman, Benny Utama, SH, MM menandatangani naskah kesepakatan antara Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pasaman menuntaskan pembangunan jalan Koto Tinggi-Bonjol yang juga diteken oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Selasa (13/07/2021) di Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak. DOK.PEMKAB PASAMAN

JERNIHNEWS.COM-Mimpi masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pasaman segera terwujud. Bupati kedua daerah, yakni Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Benny Utama sepakat membangun jalan Gunuang Omeh-Bonjol yang menghubungkan kedua kabupaten yang bertetangga. Direncanakan 2022 pekerjaannya dimulai dan kesepakatan telah diteken kedua bupati, Selasa(13/07/2021) di Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Bupati Pasaman Benny Utama menunjukkan kesepakatan kedua  kepala daerah. DOK. PEMKAB 50 KOTA
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Bupati Pasaman Benny Utama menunjukkan kesepakatan kedua kepala daerah. DOK. PEMKAB 50 KOTA

Kesepakatan ini dalam rangka menggerakan perekonomian kedua daerah secara bersama. Keberadaan jalan tersebut nantinya akan menghubungkan Jorong Tanjuang Bungo, Kenagarian Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman dengan Jorong Puah Data, Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Limapuluh Kota. Pembangunan akses jalan ini sudah pernah dimulai, namun belum tuntas, sehingga terbengkalai dan belum dimanfaatkan dalam kurun waktu yang sudah cukup lama.

Dikatakan Bupati Pasaman Benny Utama, akses jalan penghubung dua wilayah itu perlu dilanjutkan kembali agar memberikan manfaat lebih kepada masyarakat dua daerah. Untuk mengoptimalkan potensi daerah kerja sama antar daerah dapat menjadi salah satu alternatif inovasi atau konsep yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas, sinergis dan saling menguntungkan terutama dalam bidang-bidang yang menyangkut kepentingan lintas wilayah.

"Ini tujuan sebenarnya kerja sama dua wilayah yang dilakukan. Dibukanya akses jalan ini menjadi ruas jalan yang layak untuk dilalui oleh masyarakat memberikan dampak baik secara ekonomi. Tentu dengan kajian-kajian para ahli sehingga betul-betul bermanfaat," kata Benny menjelang penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama antara Pemkab Pasaman dengan Pemkab Lima Puluh Kota tentang kerjasama antar daerah.

Menurut Benny Kabupaten Pasaman merupakan wilayah penghasil ikan air tawar terbesar di Sumatera Barat. Hingga 2019 lalu, luas areal perikanan di daerah itu mencapai 4.332 Ha, dengan jumlah produksi sebanyak 53.540,26 ton pertahun. Pemkab Pasaman juga menetapkan beberapa kecamatan di daerahnya sebagai percontohan sentra budidaya ikan air tawar (minapolitan). Adapun daerah percontohan tersebut meliputi kecamatan Rao dan Rao Selatan. Sementara kawasan penyangga yakni Padang Gelugur, Panti dan Bonjol.

"Kabupaten Pasaman merupakan wilayah penghasil ikan air tawar di Sumatera Barat. Tentu bentuk kerjasama lain akan kita lakukan. Selain itu sejarah juga mencatat Bonjo dan Koto Tinggi memiliki sejarah perjuangan pahlawan bangsa (PDRI-red)," kata Benny, sebagaimana dilansir dari Kominfo Limapuluh Kota.

Senada dengan Benny, Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengatakan, UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah lebih tegas memberikan legalitas yang besar untuk dilaksanakannya kerjasama pembangunan daerah yang bertetangga. Tidak dapat dipungkiri bahwa maju mundurnya satu daerah juga bergantung pada daerah-daerah lain, khususnya daerah yang berdekatan.

"Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi daerah dan mendorong terjadinya pengembangan ekonomi. Dan juga sebagai langkah-langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat untuk menjadi lebih efisien dan efektif," sebut Safaruddin.

Disebutkan Safaruddin, jalan penghubung Bonjol dengan Koto Tinggi dirintis oleh kepala daerah Limapuluh Kota terdahulu yakni Aziz Haily dengan (Purn.) H. Taufik Martha Bupati Pasaman 2 periode 1990-1995 dan 1995-2000. Dalam kesempatan itu, di depan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Komisi IV, ia juga menyampaikan kondisi ruas jalan provinsi dalam kondisi yang tidak layak.

"Bisa dilihat dan dirasakan langsung, beberapa ruas jalan berstatus provinsi yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Kebetulan di depan Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar, aspirasi Pemkab Lima Puluh Kota ini saya sampaikan langsung," kata Safaruddin.

Safaruddin Bupati 50 Kota, H. Safarudin juga mengungkapkan bahwa Bupati Pasaman H. Benny Utama, SH, MM merupakan sahabatnya.

"Kami pernah sana-sama magang sekitar satu tahun di DPRD Sumbar, sebelum ikut pilkada dan memgemban amanah sebagai kepala daerah di 50 Kota dan Pasaman," ujarnya.

Safaruddin melanjutkan, terwujudnya pembangunan jalan tembus dari Jorong Pauh Data, Nagari Gunuang Omeh tembus ke Jorong Tanjung Bungo, Nagari Ganggo Hilia, merupakan sejarah bagi kedua daerah.

Dikatakan, banyak dampak ekonomis akan dipetik masyarakat kedua daerah. Bagi Limapuluh Kota sebagi sentra produksi telur, ayam dan makanan ringan, jelas menguntungkan, dengan mudahnya akses jalan ke Pasaman.

Selain itu, Kecamatan Suliki nantinya akan menjadi daerah pintu tol Sumbar - Riau, dan di daerah ini dibangun tiga terowongan besar, masing-masing sepanjang 3,5 km, 6 km dan 1 km.

Disinggung juga, pemerintah provinsi Sumatera Barat juga tengah memulai rencana pembukaan jalan tembus dari Nagari Muaro Sei Lolo, Pasaman ke Galugua, Limapuluh Kota.

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Sawal Dt Putiah dan Suharjono yang ikut hadir bersama wakil ketua Komisi IV dan anggota lainnya, bertekad mendukung pembangunan jalan Bonjol - Suliki.

"Kami siap menyokong, untuk menjadi program prioritas di provins," ujar Pak Dewan itu senada, sebagaimana dikutip dari rilis Pemkab Pasaman.

Hadir di acara tersebut Bupati Benny Utama, Bupati Safarudin, SH Dt. Bandaro Rajo Dandim Pasaman, Letkol. Inf. Ahmad Aziz, Forkopimda Limapuluh Kota, anggota komisi IV DPRD Prov. Sumbar, kepala OPD Pasaman serta Limapuluh Kota.(pr)