Ponpes Ma'arif Assa'diyah Gelar Safari Khatib Idul Adha 1442 H

oleh -880 klik
KH. Sudirman Syair, Pimpinan Ponpes Ma'arif As Saadiyah, Batu Nan Limo Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota. ERZ
KH. Sudirman Syair, Pimpinan Ponpes Ma'arif As Saadiyah, Batu Nan Limo Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota. ERZ

JERNIHNEWS.COM-Pondok Pesantren Ma'arif Assa'adiyah Batu Nan Limo Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota melaksanakan Safari Khatib Hari Raya Idul Adha 1442 H di wilayah Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa 20 Juli 2021 atau 10 Zulhijah 1442 H.

"Insyaallah Safari Khatib akan dilaksanakan di tujuh masjid yang ada di wilayah Kecamatan Bukit Barisan. Permintaan terbanyak berada di Nagari Maek," kata Pimpinan Ponpes Maarif Assaadiyah, KH. Sudirman Syair kepada jernihnews.com, beberapa hari lalu di Kantor Ponpes tersebut.

Menurut KH. Sudirman Syair banyaknya permintaan kepada pihak ponpes yang dia pimpin untuk mengisi jadwal khatib Hari Raya Idul Adha yang akan datang di wilayah Kecamatan Bukit Barisan tidak terlepas dari kesuksesan kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan ponpes itu di Bulan Ramadhan 1442 H lalu.

Personel yang mengisi jadwal Khatib Hari Raya Idul Adha tersebut terdiri dari pimpinan, guru, pengasuh dan santri Ponpes Ma'arif Assaadiyah. Mereka adalah sebagai berikut; KH. Sudirman Syair khatib di Masjid Bungo Tanjuang, Fitra Yadi Malin Parmato, S.Pd.I (Guru Ponpes MA) di Masjid Nurul Yaqin, Rakel Saputra (santri) di Masjid Kayu Cupang, Budi Mulya, A.Md (Guru Ponpes MA) di Masjid Baburahman Kubu Baru, Roziwan, S.Sos (Guru Ponpes MA) di Masjid Baitul Muslimin, Sirva Aqilla (Santri Ponpes MA) dan Nurli Putra di masjid Jorong Linjuang, Nagari Tanjuang Bungo.

Tujuan Safari Khatib Hari Raya Idul Adha ini menurut KH. Sudirman Syair untuk tetap syiarnya ajaran agama Islam di tengah-tengah masyarakat, termasuk yang berada di pelosok atau daerah terpencil, seperti halnya Maek dan daerah lainnya di Kecamatan Bukit Barisan. "Kita juga menyampaikan pentingnya memberikan pendidikan agama Islam yang lebih maksimal kepada anak-anak, dengan memasukkan mereka ke sekolah agama atau pondok pesantren," sebut KH. Sudirman Syair. (erz)