30 Induk Sapi Afkir Akan Dilelang BPTU Padang Mengatas

oleh -693 klik
Ternak sapi di hamparan padang rumput BPTU HPT Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ERZ
Ternak sapi di hamparan padang rumput BPTU HPT Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ERZ

JERNIHNEWS.COM-Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, akan melaksanakan pelelangan 30 ekor induk sapi yang sudah afkir. Pelelangan masih menunggu aturan dan perizinan dari KPL2N (Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara.

drh. Indahwati, MP, Kasubag TU/Sekretaris BPTU HPT Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ERZ
drh. Indahwati, MP, Kasubag TU/Sekretaris BPTU HPT Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ERZ

Rencana pelelangan 30 ekor sapi afkir itu disampaikan Kasubbag TU/Sekretaris BPTU HPT Padang Mengatas, drh. Indahwati, MP, Kamis (08/2021) di kantornya. "Masih proses. Sedang menunggu izin dari KP2LN," sebut Indahwati kepada jernihnews.com.

Dijelaskan Indahwati, sapi afkir yang akan dilelang itu sudah berusia 12 tahun atau telah melahirkan anak sebanyak enam kali. Ini adalah pelelangan kali pertama yang diketahui oleh Indahwati.

"Saya sudah 20 tahun bertugas di sini (BPTU Padang Mengatas-red), belum pernah ada pelelangan. Jadi ini adalah pelelangan kali pertama, sesuai dengan aturan pemerintah. Biasanya dijual langsung oleh BPTU tanpa melalui proses pelelangan," katanya menegaskan.

BPTU-HPT Padang Mengatas selama ini terus memberikan sumbangsih bagi penyediaan bibit unggul ternak sapi kebutuhan nasional. BPTU HPT Padang Mengatas yang pernah dikunjungi Presiden RI Jokowi mampu memproduksi 400 ekor bibit sapi dalam setahun.

Lokasi BPTU HPT Padang Mengatas, berjarak sekitar 12 Km dari pusat Kota Payakumbuh atau 136 Km dari Kota Padang.

Sapi bibit unggul di BPTU HPT Padang Mengatas ada tiga jenis, yakni sapi pesisir, sapi limousin dan sapi simmental. Dari tiga jenis tersebut, sapi pesisir merupakan jenis yang paling diminati, karena memiliki keunggulan tersendiri.

Sapi pesisir adalah jenis sapi asli Sumatera Barat yang telah berkembang jauh sebelum masuknya rumpun-rumpun sapi yang dikenal saat ini. Sapi pesisir sistem reproduksinya sangat bagus, sehingga lebih cepat dan mudah dikembangbiakan. Tahan terhadap kutu dan caplak. Sapi pesisir juga lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pakan terbatas. Berikutnya, dalam hal pemasaran sapi pesisir sangat diminati dan laris untuk hewan kurban.

Rata-rata sapi pesisir memiliki berat badan sekitar 200 kg. Sedangkan sapi limousin sekitar 1.000 kg atau 1 ton. Demikian pula dengan sapi jenis simmental juga memiliki berat yang sama dengan sapi limousin, yakni 1 ton.

Jumlah sapi yang ada di BPTU HPT Padang Mengatas sekarang sebanyak 1.300 ekor. Sedangkan luas hamparan rumput pakan ternak di balai pembibitan tersebut 268 hektar. Total luas lahan 280 hektar. 12 hektar dipakai untuk kandang, perkantoran dan lainnya. Dari 5 UPT PBTU se-Indonesia, BPTU HPT Padang Mengatas adalah yang terluas dan yang terbaik.

Balai pembibitan ini telah ada sejak tahun 1916. Didirikan pertama kali oleh pemerintah Belanda dan mengalami pasang surat hingga di awal masa kemerdekaan. Pada tahun 1950 oleh Wakil Presiden Bung Hatta, Balai Pembibitan ini sempat dipugar kembali dan tahun 1951 - 1953 dijadikan sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah dengan nama Induk Taman Ternak (ITT) Padang Mengatas. Pada tahun 1955 ITT Padang Mengatas merupakan stasiun peternakan yang terbesar di Asia Tenggara. Ketika itu ternak yang dipelihara, kuda, sapi, kambing dan ayam.

Bibit unggul ternak dan pakan ternak yang dihasilkan BPTU HPT Padang Mengatas terdistribusi ke seluruh daerah di Nusantara, mulai dari Provinsi Aceh hingga Papua. Balai pembibitan ini terletak di pinggang Gunung Sago dengan ketinggian 700-900 meter dari permukaan laut. View di BPTU HPT ini sangat indah.

Karena terletak di ketinggian, pemandangannya pun lepas ke arah Kota Payakumbuh dan sebagian besar wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. Udaranya sejuk dengan suhu 18-28 derajat celsius, membuat banyak orang yang suka datang berkunjung. Ada juga yang berkunjung untuk studi atau pun penelitian di bidang peternakan dan pakan, tapi umumnya untuk cuci mata dan refereshing.

Pengunjung terasa seperti berada di padang rumput peternakan New Zeland atau Selandia Baru dan Australia. Sambutan yang ramah dan tanpa pungutan apa pun, menjadi alasan bagi orang senang berkunjung ke Balai Pembibitan Ternak Padang Mengatas.

Jenis tanah BPTU HPT Padang Mengatas adalah Podsolik Merah Kuning dengan tekstur liat, pH 5,6. Jenis tanah demikian, sangat baik untuk pengembangan peternakan sapi. Karena itu pula, hingga usia ke-107 keberadaan balai pembibitan ternak ini masih tetap dipertahankan pemerintah. BPTU HTP memang yang terbaik di Tanah Air.(erz)