Tingkatkan Layanan, Pamtigo Payakumbuh Tambah Kemampuan Produksi

oleh -450 klik
Kantor Perumda Air Minum Tirta Sago (Pamtigo) Payakumbuh di Jl. M. Yamin, Kota Payakumbuh. ERZ
Kantor Perumda Air Minum Tirta Sago (Pamtigo) Payakumbuh di Jl. M. Yamin, Kota Payakumbuh. ERZ

JERNIHNEWS.COM-Guna memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan, Perumda Air Minum Tirta Sago (Pamtigo) Kota Payakumbuh segera akan menambah kapasitas produksi dari 280 liter per detik, menjadi 380 perdetik. Dengan demikian layanan kepada 32.000 pelanggan di kota randang bisa lebih maksimal.

Direktur Utama Pamtigo Payakumbuh, Dr. H. Khairul Ikhwan, MM. DOK.PAMTIGO PYK
Direktur Utama Pamtigo Payakumbuh, Dr. H. Khairul Ikhwan, MM. DOK.PAMTIGO PYK

"Kita akan menambah kemampuan produksi kita, seperti dari Batang Tabik, WTP Batang Agam dan pembangunan reservoir," kata Direktur Utama Pamtigo Payakumbuh, Dr. H. Khairul Ikhwan, MM di kantornya, Jumat (09/07/2021).

Direktur Umum Pamtigo Payakumbuh, H. Asrar, Dt. Lelo Anso, S.Pt. DOK. PAMTIGO PYK
Direktur Umum Pamtigo Payakumbuh, H. Asrar, Dt. Lelo Anso, S.Pt. DOK. PAMTIGO PYK

Menurut Khairul Ikhwan, sekarang kapasitas produksi Pamtigo 280 liter perdetik. Sedangkan kebutuhan pada beban puncak mencapai 380 liter per detik. Dengan demikian terjadi kekurangan sebanyak 100 liter perdetik. Beban puncak terjadi pada pagi hingga siang hari.

Baca Juga

Dampak dari kekurangan produksi Pamtigo, maka terjadi layanan yang tidak optimal terhadap pelanggan. Ada pelanggan yang airnya tetap mengalir lancar selama 24 jam dan ada pula yang hanya terlayani 8 jam dalam sehari semalam. Air Pamtigo dinikmati oleh sebagian pelanggan hanya pada tengah malam hingga waktu subuh.

Disebut Khairul Ikhwan, pelanggan yang belum terlayani maksimal terutama di daerah-daerah ujung, seperti di Kecamatan Lampasi Tigo Nagari (Latina), dan sebagian Payakumbuh Utara serta lainnya. "Nah itulah yang akan kita tingkatkan layanannya," ujar Dirut Pamtigo yang menjabat sejak Juni 2020 tersebut.

Kapasitas produksi yang ditambah yakni dari sumber mata air Batang Tabik. Kapasitas terpasang yang akan ditambah 1 x 100 liter per detik sehingga menjadi 2 x 100 liter per detik. Sedangkan kapasitas produksi menjadi 2 x 80 liter per detik.

Saat ini untuk sumber air Batang Tabik, sedang dilaksanakan kajian hingga izin Lingkungan Hidup (LH) guna menghitung kembali, apakah penambahan produksi 1 x 100 liter perdetik menjadi 2 x 100 liter perdetik pada sumber air itu tidak berdampak terhadap ketersediaan air irigasi dan lainnya. Sedangkan total debit air di mata air Batang Tabik 1.000 liter per detik.

Berikutnya pada Water Treatment Plant (WTP) Batang Agam di Tanjuang Pauh akan dimaksimalkan lagi dari produksi sekarang yang baru hanya 17 liter perdetik menjadi dua kali lipat. Sedangkan kapasitas terpasangnya mencapai 100 liter per detik. Hanya saja biaya produksi WTP Batang Agam cukup besar. Dengan produksi 17 liter per detik saja menelan biaya Rp20 juta per bulan. Biaya besar terutama untuk listrik pompa dan bahan kimia.

Berikutnya untuk keperluan pembangunan bak besar penampung air atau reservoar berpakasitas 5.000 m3 diperkirakan membutuhkan dana Rp10 s/d 15 miliar. Reservoar ini diharapkan dapat menyimpan cadangan air di malam hari dan saat beban puncak di pagi hingga hingga siang hari didistribusikan.

Dana pembangunan resorvoar diusulkan bersumber dari dana APBD Sumbar dan telah diajukan melalui Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi untuk dianggarkan. Bahkan diharapkan dana tersebut dapat diposkan pada APBD Perubahan Sumbar, karena mengingat resorvoar itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Payakumbuh yang hingga kini masih terkendala.

"Kita sudah sampaikan secara khusus kepada Ketua DPRD Sumbar, Bapak Supardi, di mana beliau berasal dari Dapil Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Mudah-mudahan ini bisa dianggarkan di APBD Perubahan Tahun 2021," kata Direktur Umum Pamtigo, H. Asrar, R, Dt. Lelo Anso, S.Pt.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengusulan tersebut oleh Pamtigo Payakumbuh, dan Dirum H. Asra, Dt. Lelo Anso sudah berdiskusi dengan dirinya. "Proposal baru kemarin diantar ke Gubernur dan DPRD," kata Supardi, kepada jernihnews.com. (erz)