Peminat Bus Tinggi, Terminal Koto Nan Ompek Payakumbuh Resmi Dioperasikan Lagi

oleh -769 klik
Suasana pengaturan bus dan penumpang oleh petugas di Terminal Tipe B Koto Nan Ompek Payakumbuh, saat terminal tersebut dioperasionalkan kembali secara resmi oleh Kadis Perhubungan Sumbar, Hendri Nofiardi, Jumat (09/07/2021). IST
Suasana pengaturan bus dan penumpang oleh petugas di Terminal Tipe B Koto Nan Ompek Payakumbuh, saat terminal tersebut dioperasionalkan kembali secara resmi oleh Kadis Perhubungan Sumbar, Hendri Nofiardi, Jumat (09/07/2021). IST

JERNIHNEWS.COM- Setelah dilakukan uji coba selama satu pekan, akhirnya Terminal Koto Nan Ompek Payakumbuh diresmikan pengopersiannya kembali oleh Kadis Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Hendri Nofiardi Jumat (09/07/2021). Pengoperian ini seiring dengan melonjaknya pengguna bus antar kota antar provinsi (AKAP) di masa pandemi Covid-19, terutama tujuan Jakarta, Bandung dan kota lainnya di Sumatera dan Jawa.

Kadis Perhubungan Sumbar, Hendri Nofiardi memberikan apresiasi terkait pemanfaatan kembali Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tipe B oleh Pemko Payakumbuh.

"Sesuai aturan Kendaraan AKAP dan AKDP wajib masuk terminal. Seperti yang terjadi sebelumnya kendaraan umum tersebut bebas masuk kota hingga menimbulkan kemacetan dan hilangnya penumpang angkot," katanya.

Untuk menunjang kelancaran tersebut, pihaknya akan meningkatkan fasilitas untuk terminal. Di mana saat ini angkutan darat kembali jadi primadona oleh masyarakat karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi untuk menggunakan angkutan udara di masa pandemi ini.

"Menghindari penularan wabah Covid-19 dari luar daerah karena meningkatnya pengguna angkutan darat ini, untuk penumpang AKAP wajib mememuhi surat keterangan negative PCR atau rapid antigen," ucapnya.

Asisten II Elzadaswarman mengatakan Pemko Payakumbuh melalui Dishub Kota Payakumbuh siap untuk melakukan pengelolaan terminal tipe B tersebut.

"Saat ini ada 8 PT. AKAP yang stanby di Terminal Type B Payakumbuh dan diharapkan kerja sama kita semua untuk mematuhi aturan yang telah ada," ucapnya.

"Untuk loket AKDP akan dipersiapkan dulu oleh dishub, karena dengan kondisi saat ini loket yang ada sudah penuh oleh bus AKAP," tambahnya.

Selain itu, melihat tingginya animo masyarakat menggunakan angkutan darat saat ini, Om Zet sapaan akrab Asisten II tersebut berpesan, pengelola terminal juga harus intens melakukan pengecekan terhadap penumpang yang masuk ke Payakumbuh.

"Mengingat situasi saat ini Sumbar sudah masuk Zona Merah Kasus Covid-19 dan saat ini juga terdapat 4 daerah tingkat II yang menjalankan PPKM Darurat. Kita tidak ingin hal tersebut terjadi juga di Payakumbuh," ucapnya.

Sementara itu Kapolres Payakumbuh Alex Prawira mengatakan dengan telah beroperasinya kembali terminal tipe B ini, pihak kepolisian juga telah mendirikan posko chek poin untuk pemeriksaan dokumen perjalanan para penumpang pengguna angkutan darat.

"Di masa pandemi Covid-19, pengusaha angkutan diharapkan kerjasamanya untuk mengarahkan penumpangnya ke posko chek poin. Di sana akan dilakukan pemeriksaan persyaratan perjalanan berupa kartu identitas, kartu bebas Covid baik berupa PCR maupun antigen serta surat keterangan vaksin," terangnya.

"Apabila terjadi pelanggaran terhadap hal-hal tersebut akan dilakukan penindakan dengan pasal tindak pidana ringan," ujarnya.

Di kesempatan itu juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal mengatakan pihaknya siap melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang baru datang dari luar kota. Di sini diminta peran aktif pengusaha angkutan untuk mengarahkan penumpangnya ke posko chek poin.

"Nanti akan kita lakukan pemeriksaan rapid anti gen, kalau hasilnya positif akan dilakukan PCR tes. Kalau hasilnya positif juga kita minta untuk melakukan isolasi mandiri atau melakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan pemerintah," ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Nofriwandi mengatakan semua angkutan AKAP dan AKDP harus menaikkan dan menurunkan penumpangnya di terminal sampai pukul 22.00 WIB malam. Sampai batas tersebut setiap angkutan tidak dibenarkan masuk kota.

"Kita juga sudah koordinasikan dengan pengelola angkutan kota untuk stand by di terminal menunggu penumpang yang datang," katanya.

"Kalau kedapatan ada pengusaha angkutan yang main kucing-kucingan dengan petugas ada sanksi yang diberikan sesui kesepakatan yan telah ditentukan," katanya menandaskan.

Bus AKAP yang memuat dan mengantar penumpang atau memiliki loket di Payakumbuh saat ini, di antaranya yakni NPM, ANS, MPM, Bintang Kedjora, Gumarang Jaya dan lainnya. (syn)