Harga Tepung Gambir di India Rp2 Jutaan Per Kg

oleh -323 klik
Sabri Dt. Hitam, pengusaha pengolah gambir di Nagari Talang Maur, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota. JNC
Sabri Dt. Hitam, pengusaha pengolah gambir di Nagari Talang Maur, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota. JNC

JERNIHNEWS.COM- Pengusaha pengolah gambir Kabupaten Limapuluh Kota Sabri, Dt. Hitam mengatakan harga tepung katekin gambir di India Rp2 jutaan per Kg. Sedangkan harga gambir di Kabupaten Limapuluh Kota, daerah penghasil gambir utama yang diekspor ke India hanya sekitar Rp30-50 kg per Kg. Padahal pembeli tepung katekin gambir di India sebagian juga banyak perusahaan-perusahaan besar dari Indonesia.

Menurut Sabri Dt. Hitam tepung katekin (kandungan utama pada gambir) adalah bahan untuk pembuat kosmetik, jamu, cat, obat dan lainnya. Peten tepung katekin gambir itu dimiliki oleh India. Sayangnya, gambir Indonesia hanya dijual di dalam negeri kepada orang India, selanjutnya baru dibawa oleh orang India itu ke negerinya.

"Paten katekin itu dimiliki India. Lalu bagaimana caranya pemerintah juga membuat paten katekin gambir kita, sehingga harga gambir bisa jauh lebih tinggi di tingkat petani. Kami juga sudah pernah melakukan uji labor. Hasilnya ternyata kandungan katekin gambir kita justru jauh lebih tinggi dari yang dimiliki India. Pantas saja, karena kita bisa memilih daun gambir yang terbaik dan berkualitas tinggi. Tapi sayang negara kita belum melakukan itu," kata Sabri Dt. Hitam, kepadajernihnews.combeberapa hari lalu saat ditemui di pabrik gambirnya di Nagari Talang Maur, Kecamatan Mungka.

Sabri Dt. Hitam sangat berharap persoalan stabilitas harga dan juga paten katekin gambir dapat menjadi fokus perhatian oleh pemerintah. Sabri Dt. Hitam pada Selasa, 22 Juni 2021 lalu menerima kunjungan Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementrian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Dr. Ir. Musdhalifah Mahmud, MT. Saat itu juga hadir Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri.

Berikutnya, sehari sesudahnya Rabu 23 Juni 2021, Sabri Dt. Hitam juga diundang mengikuti Forum Diskusi Group (FGD) tentang gambir yang dilaksanakan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar). FGD itu juga dihadiri Dr. Ir. Musdhalifah Mahmud, MT, Gubernur Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Oleh Kepala Dinas Pertanian Ir. Syafrizal, Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra, MA dan lainnya.

Kualitas Daun Gambir Turun

Sabri Dt. Hitam mengatakan akhir-akhir ini kualitas daun gambir di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota turun. Akibatnya, dari 1 kg daun gambir, hanya menghasilkan 6 persen gambir murni atau 60 gram. Sedangkan daun gambir dengan kualitas bagus, dapat menghasilkan gambir murni hingga 7,5 persen. Penurunan kualitas daun gambir itu menurut Sabri Dt. Hitam disebabkan kurangnya perawatan terhadap tumbuhan gambir dan ladangnya.

"Banyak ladang yang tidak disiangi (dibersihkan-red) dari rumput ilalang dan tumbuhan liar lainnya. Bahkan banyak pula ladang gambir yang sudah liat (tanahnya tak gembur lagi) dan sudah bercampur dengan semak belukar. Ini menyebabkan kualitas daun gambir jadi turun," kata Sabri Dt. Hitam yang diketahui kesuksesannya sebagai pengusaha pengolah gambir dimulai dari bawah.

Mengapa ladang gambir tak dirawat oleh petani? Menjawab pertanyaan ini, Sabri mengatakan harga gambir yang sangat rendah menyebabkan petani tak fokus lagi mengutus ladang gambir. Sebagian petani, hanya memanen daunnya saja, tapi tidak merawat dan memupuknya.

Saat ini penghasilan petani gambir seminggu rata-rata hanya sekitar Rp500-700 ribu. Dengan penghasilan yang demikian, petani mesti mencari tambahan lain, sehingga tak bisa fokus merawat ladang gambirnya.

Diharapkan pemerintah dapat menstabilkan harga gambir pada harga jual Rp50 ribu per kg. Dengan patokan harga yang demikian, maka petani bisa bergaji Rp1-1,5 juta perminggu. Petani dengan sendirinya dapat fokus diladang gambir mereka.

Lalu, mungkinkah pemerintah mengintervensi perdagangan gambir sehingga harga bisa stabil, setidak pada angka Rp50 ribu per kg? "Sangat mungkin!," kata Sabri Dt.Hitam. (erz)