Kapalo Banda Taram Lagi Hits dan Diburu Para Traveler ....

oleh -3159 klik
Kapalo Banda Taram Lagi Hits dan Diburu Para Traveler ....
Kapalo Banda Taram Lagi Hits dan Diburu Para Traveler ....

JERNIHNEWS.COM-Destinasi wisata yang alami, selalu manjadi buruan para traveler. Meskipun letaknya nun jauh tersuruk dan belum dikenal banyak orang, tapi itulah menggoda. Salah satunya, yang lagi hits dengan suasana demikian adalah Kapalo Banda Taram, di Nagari (Desa) Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Objek wisata kapalo banda (travesia)
Objek wisata kapalo banda (travesia)

Gemercik air yang jernih dan rindang pepohanan serta merdunya kicauan burung yang bersahutan adalah suasana yang dirindukan para traveler. Semua suasana yang demikian ada di Kapalo Banda. Sejak objek indah ini bersua oleh para traveler sekitar 2015, perlahan namun pasti, Kapalo Banda masuk dalam daftar kunjungan para traveler untuk mencuci mata dan pikiran.

Kapalo Banda (https://www.flickr.com/photos/123032009@N03/14175119034)
Kapalo Banda (https://www.flickr.com/photos/[email protected]/14175119034)

Demikian pula dengan para pemburu spot-spot foto alam. Mereka tak ubahnya bertemu dengan surganya spot-spot foto yang berkualitas. Tak ayal lagi, keindahan Kepala Banda pun turut berwarnai dunia maya, terutama media sosial. Kepalo Banda tersulap populer. Seperti halnya Lembah Harau dan Kelok Sembilan, yang letaknya masih di kecamatan yang sama, Kapalo Banda kini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Kapalo Banda adalah sebuah danau yang terbuat dari genangan air irigasi. Tujuan irigasi ini untuk mengairi sawah dan ladang masyarakat di kawasan Taram dan sekitarnya. Karena landscap irigasi ini datar dan dikelilingi bukit-bukit berpohon rindang, dengan sendirinya tersuguh keindahan. Genangan air Irigasi Kapalo Banda tidak lah dalam. Pada bagian tertentu ada kedalaman airnya yang hanya semata kaki dan lutut. Pada bagian lain ada kedalaman sekitar 1-1,5 meter. Di sinilah pengunjung bisa berselancar dengan rakit bambu. Galah atau pengayuhnya juga batang bambu. Sewa rakit hanya Rp20-30 ribu per jam.

Bendungan Air Kapalo Banda (ist)
Bendungan Air Kapalo Banda (ist)

Airnya jernih, sehingga para pengunjung bisa melihat dasar sungai yang didominasi kerikil warna kuning. Ikan berbagai warna yang bermain di dasar sungai bisa dilihat secara langsung dari atas rakit. Ada juga beberapa anak sungai yang turut bermuara ke Irigasi Kapalo Banda. Anak sungai itu pun menjadi lokasi yang mengasyikkan. Dengan kedalaman air yang hanya 10 - 50 cm, anak-anak umur 2 tahunan pun bisa bebas bermain air di anak sungai. Di dasar anak sungai dengan lebar 6 meter itu seperti ada bentangan permadani. Batu kerikil kuning di dasar anak sungai yang jernih tersebut memang mengkilau warnanya.

Puluhan ayunan tali beralas kayu berjejer di atas permukaan anak sungai. Anak-anak dan orang dewasa tampak girang bermain ayunan sembari kakinya berselonjor di permukaan air. Tali ayunan disangkutkan ke dahan-dahan pohon yang tumbuh di kanan dan kiri anak sungai. Alamnya terjaga bersih, sehingga tidak ada kecemasan pengujung terhadap gangguan hewan liar.

Anwar, salah seorang masyarakat Taram yang punya satu kedai minum di lokasi wisata Kapalo Banda mengatakan bahwa pengurus dan tokoh nagari Taram sepakat objek wisata ini dikelola dengan mempertahankan konsep alami. Karena alasan itu pula, hingga kini di Objek Wisata Kapalo Banda hanya digunakan Rakit Bambu sebagai alat bermain di atas air. Ayunan, kedai minum, meja-meja dan spot foto serta lainnya disiapkan dengan suasana alami. Jarak objek wisata Kapalo Banda Taram dari Kota Payakumbuh hanya sekitar 11 Km ke arah Timur. Dari Kota Padang sekitar 132 KM. Sedangkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sekitar 120 Km.

Pada liburan akhir tahun 2019 dan tahun baru 2020, setiap hari ribuan wisatawan mengunjungi destinasi wisata ini. Tiket masuk tidak mahal. Hanya Rp5.000 per orang. Parkir mobil juga hanya Rp5.00o. Rasa makanan di sini enak, dan harganya juga bersahabat. Suasana yang sejuk dan sedikit dingin setelah bermain air, membuat pengunjung memburu makanan yang panas, seperti mie rebus, jagung bakar, jagung rebus, kerupuk kuah, kopi dan lainnya.

Ada pengunjung dari Jakarta, Riau, Batam, Medan, Padang dan lainnya. Rektor UNP Prof. Ganefri dan istri berserta anak cucu dan keluarga besarnya juga berkunjung ke Kapalo Banda di pengujung tahun 2019. Tampak kunjungan itu diposting di dinding FB-nya. Begitu juga dengan Martina Hanif dan keluarga dari Jakarta dan, Hilda Lamid dari Batam juga berkunjung ke lokasi ini pada liburan akhir tahun lalu. Tak salah kiranya, Kapalo Banda dijadikan salah satu lokasi syuting film Buya Hamka. (erz)