Universitas Payakumbuh Segera Terbentuk

oleh -786 klik
Wisuda Ke-5 STAIDA Payakumbuh, Rabu (30/06/2021) di Ballroom Hotel Mangkuto Payakumbuh. ERZ
Wisuda Ke-5 STAIDA Payakumbuh, Rabu (30/06/2021) di Ballroom Hotel Mangkuto Payakumbuh. ERZ

JERNIHNEWS.COM-Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh (STTP) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Alquran (STAIDA) Kota Payakumbuh akan merger atau bergabung dan berubah menjadi Universitas Payakumbuh.

Rencana ini disampaikan secara terbuka oleh Ketua Yayasan Darul Furqon, Devitra, S.Sos, M.Si dalam sambutannya pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Ke-5 STAIDA Payakumbuh, Rabu (30/06/2021) di Ballroom Hotel Mangkuto Payakumbuh.

"Sudah ada ajakan merger dari Ketua STTP Payakumbuh Ibu Dr. Astuti untuk STAIDA. Tindak lanjutnya bisa menjadi Universitas Payakumbuh. Saya secara pribadi sangat setuju dan ini perlu ditindaklanjuti. Apalagi ada ketentuan dari pemerintah, terutama kini untuk perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Ristek. Nanti tentu juga akan menyusul aturan untuk perguruan tinggi di bawah Kemenag. Karena itu, saya sangat sepekat dengan gagasan ini," kata Devitra.

Acara Wisuda Ke-5 STAIDA Payakumbuh juga dihadiri oleh Ketua STTP, Dr. Astuti Masdar, ST, MT. Ketika dikonfirmasi langsung kepada Dr. Astuti perihal gagasan dan rencana merger STTP yang dipimpinnya dengan STAIDA, dia membenarkannya.

Selain untuk mempertahankan eksistensi kedua perguruan tinggi yang berada di Kota Payakumbuh ini, merger STTP dan STAIDA juga sangat baik untuk melahirkan sebuah universitas di Kota Payakumbuh.

"Syarat aturan pendirian universitas kini sudah dipermudah oleh pemerintah. Syaratnya hanya dengan punya 5 program studi (prodi). STTP sudah punya 3 prodi dan STAIDA 2 prodi," sebut Tuti, begitu Ketua STTP Payakumbuh itu biasa dipanggil.

Meski berbeda kementerian, STTP berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Ristek, lalu STAIDA di bawah Kemenag, namun hal itu tidak jadi masalah. "Soal beda kementerian sudah kami konsultasikan ke Kementerian Pendidikan dan Ristek, dan jawaban lisannya tidak masalah. Sedangkan jawaban resmi tertulis, masih kami tunggu karena dalam proses," sebut Dr. Tuti.

Namun bagi Dr. Tuti yang terpenting adalah kesepahaman oleh kedua perguruan tinggi, dalam hal ini STTP dan STAIDA. "Bagi saya dan juga Pak Ahmad Dezki, bukan mengejar jabatan. Tapi bagaimana memajukan pendidikan di Kota Payakumbuh. Apalagi jika kita bersama-sama bisa membuka menjadi universitas. Tentu dampaknya sangat besar," kata Tuti.

Sementara itu, Ketua STAIDA Payakumbuh Ahmad Dezki, S.Si, MA juga mengatakan bahwa syarat mendirikan universitas kini lebih dipelonggar. "Dengan 5 prodi kita sudah bisa buka universitas," sebutnya.

Jumlahnya mahasiswa STTP saat ini 350 orang, sedangkan STAIDA jumlah mahasiswa 237 orang. Jika digabungkan, maka jumlah mahasiswanya sudah lebih dari 500 orang. Jika sebelumnya syarat perguruan tinggi jumlah mahasiswanya 1.000 orang, kini diturunkan menjadi 500 orang. (pr)