Gubernur Sumbar Belajar Budidaya Udang ke Lampung

oleh -364 klik
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Jumat (11/06/2021) di Lampung. LAMPUNGPAGI.CO
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Jumat (11/06/2021) di Lampung. LAMPUNGPAGI.CO

JERNIHNEWS.COM-Provinsi Lampung sukses dalam pengelolaan perikanan, termasuk budidaya udang. Dalam setahun Lampung mengekspor belasan ribu ton udang ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropah. Karena itu Pemprov Sumbar yang dipimpin Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah belajar budidaya udang ke provinsi itu.

Pemprov Sumbar menjadikan Lampung sebagai lokasi studi kasus (benchmarking) rencana pengembangan budidaya tambak udang di Ranah Minang. Studi ini selama dua hari di dua Kabupaten yakni Lampung Selatan dan Tanggamus, 11-12 Juni 2021.

Sebelum melakukan studi itu, rombongan terlebih dahulu dijamu oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Jumat (11/06/2021).

"Kita mau belajar banyak karena Lampung sukses dalam perikanan," ujar Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, sebagaimana dikutip dari Lampungpagi.co.

Mahyeldi mengatakan bahwa Lampung juga sudah mensuplay udang untuk kebutuhan internasional.

"Kami di Sumatera Barat baru memulai, namun Lampung sudah maju 15 tahun. Untuk itu tentu pengalaman-pengalaman dari Lampung ingin kita dapatkan, sehingga hal positif dari sini akan mengangkat perekonomian kita di Sumatera Barat," katanya.

Mahyeldi menilai selain udang, banyak komoditas di Lampung yang juga sudah maju dan berkembang seperti singkong, sapi, pisang, jagung dan lainnya.

"Dengan banyak hal positif di Lampung dan sudah lama berkembang, kami memilih Lampung di dalam mendapatkan berbagai pengalaman. Termasuk dengan udang kita baru mulai bahkan belum tertuang dalam RTRW tentang tambak udang," katanya.

Ke depan, Mahyeldi berharap untuk dapat terus bersinergi dengan Provinsi Lampung sekaligus menjalin kerja sama.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diharapkan untuk segera menuangkan kerja sama dengan Provinsi Lampung sehingga kita bisa terus bersinergi," katanya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan Provinsi Lampung sebagai tujuan benchmarking sangatlah tepat.

Karena menurutnya, Lampung merupakan penghasil komoditas unggulan di tingkat nasional bahkan dunia termasuk udang. Bahkan di saat pandemi Covid-19, Lampung mampu mengendalikan perekonomian terutama pangan.

"Ketika dalam posisi situasi sulit karena Covid-19 yang berdampak pada ekonomi, Lampung tetap dalam posisi aman. Termasuk dalam pemenuhan kebutuhan DKI Jakarta," ujar Gubernur Arinal.

Terkait budidaya tambak udang, Arinal mengatakan bahwa ekspor produk perikanan Provinsi Lampung pada Tahun 2020 sebesar 17.487,8 ton atau senilai 2,305 triliun. Di mana 85,26% dari komoditas ekspor tersebut adalah udang.

"Volume ekspor udang sebesar 14.910,9 ton, dengan negara tujuan Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa," katanya.

Arinal menyebutkan berdasarkan perbandingan volume ekspor perikanan Provinsi Lampung triwulan 1 Tahun 2020 dengan Triwulan I Tahun 2021 mengalami peningkatan volume ekspor sebesar 4,7%.

"Hal ini menjadi catatan bahwa komoditas perikanan menjadi kegiatan usaha yang menjanjikan dan cenderung stabil dalam situasi pandemi," katanya.

Selain itu, pengembangan udang di Lampung juga dilirik oleh pemerintah pusat salah satunya Kementerian Koperasi dan UKM.

Dalam kunjungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Provinsi Lampung, di hari pertama rombongan mengunjungi lokasi peternakan sapi PT. Juang Jaya Abdi Alam dan tambak udang Desa Way Urang di Kabupaten Lampung Selatan. Selanjutnya, di hari kedua berkunjung ke tambak udang modern di Kabupaten Tanggamus. (pr)