Pasar Kuliner Payakumbuh Jadi Destinasi Wisata Unggulan Sumbar

oleh -1171 klik
Kondisi malam hari pusat Kota Payakumbuh yang terkenal dengan wisata kulinernya. Kini wisata kuliner Payakumbuh masuk dalam wisata unggulan  Provinsi Sumatera Barat. DOK/PEMKO PYK
Kondisi malam hari pusat Kota Payakumbuh yang terkenal dengan wisata kulinernya. Kini wisata kuliner Payakumbuh masuk dalam wisata unggulan Provinsi Sumatera Barat. DOK/PEMKO PYK

JERNIHNEWS.COM-Pasar kuliner Payakumbuh sudah lama menjadi buah bibir untuk wilayah Sumbar dan Riau, bahkan nasional. Kini, pasar kuliner yang beroperasi dari sore hingga dini hari itu menjadi destinasi wisata unggulan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Di antara kuliner unggulan Kota Payakumbuh, martabak mesir kubang, sate danguang-danguang, lamang jo durian dan bubur cido. JNC
Di antara kuliner unggulan Kota Payakumbuh, martabak mesir kubang, sate danguang-danguang, lamang jo durian dan bubur cido. JNC

Pasar kuliner Payakumbuh berada di jantung Kota Payakumbuh. Keberadaaannya berjejer di Jalan Sudirman, Jl. Soekarno Hatta dan Jl. Ahmad Yani. Berbagai makanan dan minuman tersedia, baik jenis tradisional atau pun makanan cepat saji masa kini.

Desmon Corina, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh. ERZ
Desmon Corina, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh. ERZ

Sate kuah kuning, sate kacang, martabak mesir kubang, martabak bandung, nasi goreng, soto, bakso, lamang -- durian, goreng-gorengan, mangkuk, roti bakar, tahu berontak, aneka kerupuk, kawa daun, air aka, bandrek, teh talua, sekoteng, dan lainnya. Pedagang yang menjual nasi ampera dan pecal lele juga ada.

Soal rasa? Buktikan saja sendiri. Di antara aneka kuliner yang terkenal dan selalu manjadi incaran para pemburu kuliner adalah Sate Danguang Danguang, Martabak Mesir Wan, Bubur Cido Djanawi, Aia Aka Ambo, dan lainnya.

Seiring waktu, puluhan kafe sejak lima tahun terakhir juga banyak bermunculan di Kota Payakumbuh terlebih pada tiga jalan yang disebut di atas. Kebanyakan kafe itu jadi lokasi nongkrong kawula muda. Tapi, ada pula beberapa kafe yang dominan pelanggannya orang dewasa, dari kalangan pengusaha, pejabat atau pun politikus.

Letak yang strategis pada jalur lintas perbatasan Sumbar -- Riau dan udaranya yang sejuk sedang (tidak panas dan tidak pula dingin) menyebabkan usaha kuliner di Kota Payakumbuh terus tumbuh pesat. Apalagi kota yang dulu bertajuk kota gelamai lalu berubah jadi kota batiah dan terakhir disebut kota randang ini, pemdanya cukup perhatian dengan kebedaraan usaha kuliner. Wisatawan atau pun pengendara dari Provinsi Riau yang menuju Sumbar sengaja berhenti di Payakumbuh saat sore atau pun malam guna dapat merasakan maknyusnya aneka kuliner. Yang istimewa, sebagian pedagang kuliner masih tetap buka hingga pukul 04.00 WIB.

"Alhamdulillah wisata kuliner kita Payakumbuh menjadi destinasi wisata ungggulan Sumatera Barat. Jika wisatawan datang ke Sumbar, maka untuk soal kuliner, mereka merekomendasikan wisatawan berkunjung ke Payakumbuh," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Desmon Corina, Jumat (11/06/2021) di kantornya.

Menurut kadis perempuan ini beberapa sentuhan sudah dilakukan oleh Pemko Payakumbuh guna mendorong terus tumbuh dan majunya wisata kuliner di Payakumbuh. Contohnya seperti pembangunan kanopi dan juga pendestrian yang representatif. Pendestrian Jl. Sudirman Payakumbuh kini tak kalah indah dari Kota Bandung.

Ke depan, karena pasar kuliner Kota Payakumbuh sudah masuk dalam program unggulan destinasi wisata Provinsi Sumbar, maka sejumlah program penunjang juga akan dilaksanakan oleh pemprov. Tentu dengan sendirinya wisata kuliner tersebut akan lebih maju, lebih ramai pengunjungannya, sehingga dapat mengangkat perekonomian para pelaku usahanya.

Pardi, salah seorang warga Kota Payakumbuh mengatakan sebaiknya kawasan di bawah kanopi pada malam hari dibebaskan dari kendaraan seperti sepeda motor dan mobil, sehingga di lokasi itu benar-benar fokus untuk kuliner. Tidak digunakan lagi untuk parkir kendaraan seperti sekarang. "Sebaiknya Pemko Payakumbuh meniru kawasan-kawasan wisata kuliner di kota-kota lain, baik dalam atau pun luar negeri. Kawasan itu terbebas dari kendaraan bermotor. Semua jalan kaki," sebut Pardi.

Rina, salah seorang pedagang kuliner menyebut pengunjung kesulitan mencari tempat parkir di bawah konopi. Jalan Ahmad Yani yang ada di bawah konopi selalu penuh sesak oleh kendaraan yang parkir pada kedua sisi jalan. Dengan pertimbangan itu, akhirnya Rina pindah berjualan dari kawasan bawah kanopi ke tempat lain.

Terkait dengan apa yang dikatakan Pardi atau pun Rina, Kadisparpora Payakumbuh Desmon Corina mengatakan pengaturan yang demikian mesti melibatkan lintas sektoral. Tidak saja Disparpora, tetapi juga dinas lainnya, seperti Dinas Perhubungan yang mengatur soal perparkiran. "Mesti lintas sektoral," sebut Desmon Corina sembari mengatakan kini ada 19 wisata unggulan di Sumbar. Masing-masing kota/kabupaten punya satu yang diunggulkan. (erz)