50 Kota, Tanah Datar dan Pasbar Dekati Zona Merah

oleh -338 klik
Zonasi Covid-19 daerah kota/kabupaten se-Sumbar, 09 s/d 15 Mai 2021. JNC
Zonasi Covid-19 daerah kota/kabupaten se-Sumbar, 09 s/d 15 Mai 2021. JNC

JERNIHNEWS.COM-Empat hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Satgas Covid-19 Provinsi Sumbar kembali mengumumkan zonasi Covid-19 kota/kabupaten se-Sumbar. Sebanyak 15 kota/kabupaten berada pada zona orange dan 4 kota/kabupaten di zona kuning. Tidak ada daerah yang berada di zona merah atau pun hijau. Zonasi ini berlaku 9 s/d 15 Mei 2021.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang mengatakan Kabupaten Solok Selatan menunjukkan trend yang baik dalam penanganan penyebaran covid-19 di Sumatera Barat.

Sedangkan Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten 50 Kota berada pada zona paling buruk (skor di bawah 2,00). Skor Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten 50 Kota mendekati zona merah.

Baca Juga

"Diharapkan Satgas Covid-19 Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten 50 Kota segera melakukan semua upaya yang dianggap perlu dan penting untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di wilayahnya," kata Jasman Rizal yang juga Kadis Kominfo Sumbar, Ahad (09/05/2021).

Berikut ini daerah kab/kota di Sumbar yang berada di zona orange dengan resiko sedang (skor 1,81 - 2,40) :

  1. Kab. Solsel (2,40)
  2. Kota Padang (2,38)
  3. Kab. Sijunjuang (2,31)
  4. Kota Sawahlunto (2,29)
  5. Kab. Solok (2,24)
  6. Kab. Pessel (2,20)
  7. Kab. Pdg Pariaman (2,20)
  8. Kota Payakumbuh (2,19)
  9. Kota Pdg Panjang (2,18)
  10. Kab. Pasaman (2,13)
  11. Kab. Agam (2,13)
  12. Kota Bukittinggi (2,00)
  13. Kab. 50 Kota (skor 1,98)
  14. Kab. Pasaman Barat (skor 1,93)
  15. Kab. Tanah Data (skor 1,85)

"Pada minggu ke-60 pandemi covid-19 di Sumbar, terdapat 15 daerah Kabupaten Kota yang berada pada zona orange. Zona Kuning 4 daerah dan tidak ada zona merah dan hijau," kata Jasman.

Berikut ini daerah kab/kota di Sumbar yang berada di zona kuning dengan resiko rendah (Skor 2,41 - 3,0):

  1. Kota Pariaman (2,99)
  2. Kab. Mentawai (2,54)
  3. Kota Solok (2,44)
  4. Kab. Dharmasraya (2,41)

"Kembali Kota Pariaman menjadi yang terbaik minggu ini dengan skor tertinggi 2,99 (sesuai indikator kesehatan masyarakat)," sebut Jasman.

"Yang patut diwaspadai, positivity rate (PR) Sumatera Barat pada minggu ke-60 selalu berada pada posisi 10% sampai 23%," kata Jasman menegaskan.

Berdasarkan data yang ada, peningkatan kasus positif didominasi oleh warga binaan dan daerah perkampungan akibat adanya curi star mudik oleh sebahagian masyarakat yang tidak terdeteksi. Hal ini juga dipicu karena rendahnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol covid-19 dalam aktifitas kesehariannya.

Provinsi Sumatera Barat masih berada pada zonasi orange (resiko sedang) dengan skor 2,27, jumlah kasusnya meningkat. Sampai minggu ke-60, warga Sumbar yang telah terinfeksi covid-19 adalah 38.844 orang.

Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 91,25%, atau sembuh sebanyak 35.445 dari 38.844 orang yang terinfeksi. Secara keseluruhan, pada minggu ini tingkat kesembuhan menurun. Meninggal dunia akibat Covid-19, sebanyak 844 orang dari 38.844 yang terinfeksi (2,17%) dengan persentase meningkat.

Kasus Aktif sebanyak 2.555 orang (6,58%) dari 38.844 orang dengan kecendrungan meningkat.

Diharapkan Satgas Kabupaten Kota dapat melakukan berbagai inovasi yang berlandaskan kearifan lokal (local wisdom) dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Seperti adanya Nagari Tageh atau Kongsi Covid.

Untuk penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M, Pembukaan Objek Wisata dan Pengaturan Mobilitas Pergerakan Masyarakat Lintas Kabupaten Kota Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease Tahun 2019 (Covid-19) Di Propinsi Sumatera Barat Tahun 2021 agar mempedomani Edaran Gubernur Sumatera Barat yang segera diterbitkan siang ini. (pr)