Mahyeldi-Audy Mesti Tuntaskan RPJMD 2021-2026 dalam 3,5 Tahun

oleh -123 klik
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi. NET
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi. NET

JERNIHNEWS.COM-Musrenbang RPJMD Provinsi Sumatera Barat tahun 2021-2026 dibuka resmi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, di Pangeran Beach Hotel, Kamis (06/05/2021). Ketua DPRD Sumbar, Supardi, yang didampuk sebagai nara sumber menegaskan Mahyeldi dan Audy Joinaldy yang hanya jadi Gubernur dan Wagub Sumbar selama 3,5 tahun mesti menyelesaikan RPJMD untuk 5 tahun, karena tak mungkin gubernur/wagub berikutnya menuntaskannya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi memukul gong tanda dibukanya secara resmi Musrenbang RPJMD Sumbar 2021-2026. IST
Gubernur Sumbar Mahyeldi memukul gong tanda dibukanya secara resmi Musrenbang RPJMD Sumbar 2021-2026. IST

Musrenbang Sumbar ini mengusung visi "Terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan". Diikuti sedikitnya 200 peserta, Musrenbang ini menjadi yang pertama di Indonesia di antara provinsi maupun kabupaten dan kota lain hasil Pilkada Serentak tahun 2020.

Selain Ketua DPRD Sumbar Supardi, juga hadir sebagai nara sumber, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kementerian Dalam Negeri Hamdani. Berikutnya juga ada Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, serta bupati dan walikota se-Sumatera Barat, Kepala Bappeda se-Sumatera Barat, perwakilan Perguruan Tinggi Negeri dan swasta serta organisasi dan lembaga masyarakat.

Selain itu juga tampil sebagai narasumber, dua orang praktisi di bidang pertanian Teuku Firmansyah yang sukses mengembangkan potensi kopi dengan branding 'Solok Rajo' dan Yuliza Zen, penggiat wisata yang sukses mengelola Desa Wisata Kubu Gadang, Padang Panjang.

"Musrenbang ini merupakan wujud akselerasi percepatan pembangunan Sumbar sesuai keinginan Gubernur dan wakil gubernur sesaat usai dilantik. Saat itu Gubernur menyampaikan bahwa yang pertama dilakukan adalah penyusunan RPJMD. Jadwalnya yang biasa 6 bulan, kita ingin bisa tuntas selama 3 bulan," ujar Kepala Bappeda Sumbar, Hansastri saat menyampaikan laporan, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Kominfo Sumbar.

Gubernur Sumbar Mahyeldi, saat membuka acara mengatakan, RPJMD Sumbar dengan tujuh program unggulan diharapkan dapat menjawab tantangan dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbar.

Ke depan Mahyeldi mengatakan pemerintah bukan hanya mengejar target kerja tapi juga kinerja, sehingga butuh perencanaan yang matang serta harus ada koordinasi dan sinergitas dengan semua pihak, khususnya bupati dan walikota termasuk para perantau.

"Semoga semua peserta dapat proaktif dalam memberikan saran dan rancangan RPJMD. Karena RPJMD ini bukan hanya milik Provinsi Sumbar, tapi juga milik Kabupaten Kota di Sumbar, oleh karena itu kontribusi pandangan atau pendapat semua akan jadi bagian penting yang menyempurnakan dan mengait dengan rencana pembangunan jangka menengah di Sumatra Barat," ujar Mahyeldi.

Senada, Ketua DPRD Sumbar Supardi, berharap setelah RPJMD ini ditetapkan menjadi Perda, bisa dijalankan secara optimal, mengingat periode kepemimpinan yang singkat, hanya 3,5 tahun.

"Ini produk kita bersama dan harus kita jalankan sampai tuntas, bukan hanya milik gubernur dan wakil gubernur. Keberhasilan RPJMD ini tidak terlepas dari kebijakan bupati walikota nantinya. RPJMD ini merupakan semangat kita bersama, jangan setelah disahkan nanti hanya diletakkan di lemari," tutur Supardi.

Supardi juga menegaskan agar Gubernur dan Wagub Sumbar Mahyeldi-Audy mampu melakukan akselerasi, sehingga bisa merealisasikan RPJMD 2021-2026, atau selama 3,5 tahun kepemimipinannya. Sebab tidak mungkin RPJMD itu nantinya tercapai secara optimal, jika di tahun 2025 dan 2026 dilanjutkan oleh Kepala Daerah/Wakil Daerah lainnya, hasil Pilkada serentak 2024.

"RPJMD Sumbar untuk lima tahun, mesti dituntaskan oleh Gubernur dan Wagub Sumbar dalam 3,5 tahun ke depan. Ya, jika tak ingin dianggap gagal, karena tak mungkin juga gubernur dan wagub berikutnya yang akan menuntaskannya," sebut Supardi kepada jernihnews.com. (erz)