Lebih dari 4.500 Orang Terjaring Razia di Payakumbuh

oleh -112 klik
Warga yang terjaring razia yustisi Perda Sumbar No. 6 Tahun 2020 tentang  tentang adaptasi kebiasaan baru, karena tidak memakai masker. IST
Warga yang terjaring razia yustisi Perda Sumbar No. 6 Tahun 2020 tentang tentang adaptasi kebiasaan baru, karena tidak memakai masker. IST

JERNIHNEWS.COM-Hingga saat ini sudah lebih dari 4.500 warga di Payakumbuh yang terjaring razia yustisi dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru yang terus dilaksanakan di Payakumbuh. Tim Yustisi kembali menggalakkan razia karena naiknya kembali kasus Covid-19.

Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh Devitra didampingi Kabag Ops Polres Payakumbuh Khairil Median saat razia di kawasan Tugu Adipura, Selasa (04/05/2021) mengatakan, sejak dimulai Bulan Oktober 2020 lalu sampai sekarang, sudah lebih 4.500 orang pelanggar yang terjaring razia operasi yustisi.

"Tingginya kasus pelanggaran tersebut karena tidak ada efek jera dari masyarakat kita," kata Devitra.

Untuk memberikan efek jera kepada pelanggar, Devitra menyebut bagi yang terjaring razia dibawa ke Polres untuk didata, dan apabila ditemukan pelanggar yang sudah lebih dari satu kali akan dikenakan sangsi tindak pidana ringan (tipiring) yang akan diputuskan oleh Pengadilan Negeri Payakumbuh.

"Nanti sanksinya akan diputuskan oleh hakim, apakah si pelanggar menerima sanksi kurungan atau hanya berupa denda saja," terangnya.

Dikatakan, untuk sistem razia saat ini akan dilakukan dengan metode stasioner (tetap di lokasi posko-red) atau berpindah-pindah tergantung bagaimana kondisi di lapangan.

"Kita lihat nanti, yang penting kita akan hadir di tempat-tampat yang akan menimbulkan keramaian dan di sekitaran Pasar Payakumbuh," ungkapnya.

Sementara itu Kabag Ops Polres Payakumbuh Khairil Median mengatakan sesuai Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) itu, Satgas Covid-19 dari TNI-Polri, dan Satpol PP akan memberi sanksi kepada para pelanggar yang terjaring razia, ada sanksi administratif berupa kerja sosial dengan memakai atribut rompi oranye Pelanggar Perda, apabila tidak mau maka ada opsi membayar denda.

"Kemudian, bila pelanggar lebih dari satu kali kedapatan oleh petugas, mereka akan diberi sanksi tipiring berupa denda dan hukuman kurungan penjara. Catatan rekor pelanggar akan disimpan lewat aplikasi Siperada," kata Kabag Ops.

Tim Yustisi tak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menimbulkan kesadaran untuk selalu menerapkan prokes dalam kehidupan sehari-hari. Kalau tidak terlalu penting jangan keluar rumah karena saat ini kasus Covid-19 di Payakumbuh meningkat lagi.

"Tak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan keluar rumah agar memakai masker dan tidak melaksanakan kerumunan dan juga senantiasa mencuci tangan pakai sabun," ujarnya mengingatkan. (syn)