17 Daerah di Sumbar Zona Orange, 2 Zona Kuning

oleh -168 klik
Zonasi Covid-19 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, 02 Mai s/d 08 Mei 2021. JNC
Zonasi Covid-19 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, 02 Mai s/d 08 Mei 2021. JNC

JERNIHNEWS.COM-Memasuki pekan ke-60 pandemi Covid-19 di Sumatera Barat, sebanyak 17 Kabupaten/Kota berada pada zona orange. Hanya 2 daerah yang zona kuning. Sedangkan zona merah atau pun hijau tidak ada. Dengan demikian, Sumbar kini berada pada zona orange atau kategori sedang. Zona ini berlaku dalam perioe 2 Mei 2021 - 8 Mei 2021.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, pengaturan zona berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-59 pandemi covid-19 di Sumatera Barat oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat.

Daerah yang berada pada zona kuning yakni, Kota Pariaman dan Kabupaten Dharmasraya. Selanjutnya daerah yang berada zona orange, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai (2,39), Kota Padang (2,38), Kota Payakumbuh (2,37), Kota Solok (2,36), Kota Padang Panjang (2,34), Kota Sawahlunto (2,31), Kabupaten Pasaman Barat (2,30), Kota Bukittinggi (2,30), dan Kabupaten 50 Kota (2,26).

Kabupaten Tanah Data (2,25), Kabupaten Agam (2,21), Kabupaten Pesisir Selatan (2,20), Kabupaten Solok Selatan (2,18), Kabupaten Padang Pariaman (2,17), Kabupaten Pasaman (2,12), Kabupaten Sijunjuang (2,06), dan Kabupaten Solok (1,96).

Jumlah daerah yang berada dalam zona orange meningkat dari minggu sebelumnya yang hanya 16 daerah, sedangkan kini 17 daerah.

Yang paling buruk skornya pada minggu ini adalah Kabupaten Solok. Diharapkan Satgas Covid-19 Kabupaten Solok segera melakukan semua upaya yang dianggap perlu dan penting untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di wilayahnya.

"Telah hampir 6 bulan Kabupaten Solok selalu berada di zona oranye dan pertambahan positif selalu meningkat, di samping kasus warganya meninggal akibat covid-19 juga meningkat," kata Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, Minggu (02/05/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Dua daerah yang berada pada zona kuning yakni Kota Pariaman (2,59) dan Kabupaten Dharmasraya (2,47). Kembali Kota Pariaman menjadi yang terbaik minggu ini dengan skor tertinggi 2,59. mencatatkan skor terbaik dalam penanganan covid-19 (sesuai indikator kesehatan masyarakat).

Kecenderungan Positivity Rate (PR) meningkat. PR mingguan Sumbar pada minggu ke-59 adalah 8,27 (Standard WHO 5,0), meningkat dari minggu sebelumnya di 7,99. Yang patut diwaspadai, positivity rate (PR) Sumatera Barat pada minggu ke-59 selalu berada pada tingkat 10% sampai 21%.

Berdasarkan data yang ada, peningkatan kasus positif didominasi di daerah perkampungan akibat adanya curi star mudik oleh sebahagian masyarakat yang tidak terdeteksi. Hal ini juga dipicu karena rendahnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol covid-19 dalam aktifitas kesehariannya.

Provinsi Sumatera Barat masih berada pada zonasi orange (Resiko Sedang) dengan skor 2,05 / Kasus Meningkat. Sampai minggu ke-60, warga Sumbar yang telah terinfeksi covid-19 adalah 37.110 orang.

Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 91,75%, atau sembuh sebanyak 34.050 dari 37.110 orang yang terinfeksi. Merupakan capaian kesembuhan tertinggi secara nasional. Secara keseluruhan, pada minggu ini tingkat kesembuhan meningkat/ kesembuhan meningkat.

Kasus meninggal dunia akibat Covid-19, sebanyak 803 orang dari 37.110 yang terinfeksi (2,16%), dengan kesimpulan meningkat. Kasus aktif sebanyak 2.257 orang (6,08%) dari 37.110 orang, dengan kecendrungan menurun.

Perlu perhatian serius semua Satgas Kabupaten/Kota. Kecenderungan kasus meningkat ini akan semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu diperlukan upaya: pengawasan orang datang di Bandara dengan melakukan schreening ketat melalui test PCR Swab secara gratis.

Agar Kabupaten/Kota mendirikan karantina mandiri di daerah masing-masing. Setiap orang yang masuk ke daerahnya setelah bepergian dari luar daerah, wajib dikarantina selama 14 hari, atau dikarantina sampai hasil SWAB PCR nya keluar.

Setelah 14 hari atau jika hasil Swabnya negatif, barulah yang bersangkutan boleh berinteraksi ditengah-tengah masyarakat. Melibatkan semua institusi informal masyarakat untuk dapat secara bersama-sama mengajak masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan serta mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi di pusat-pusat kesehatan terdekat.

Satgas Kabupaten/Kota diharapkan secara rutin dan berkala melakukan razia dan penindakan pelanggaran protokol kesehatan baik kepada perorangan maupun perusahaan dan institusi yang telah diatur dalam Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru

"Diharapkan Satgas Kabupaten Kota dapat melakukan berbagai inovasi yang berlandaskan kearifan lokal (local wisdom) dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Seperti adanya Nagari Tageh atau Kongsi Covid," kata Jasman menandaskan.(pr)