Polisi Beberkan Cara 5 Pegawai Kimia Farma Olah Rapid Antigen Bekas

oleh -174 klik
Polda Sumut mengekspos kasus daur ulang alat rapid test antigen oleh 5 tersangka pegawai PT. Kimia Farma, Kamis (29/04/2021) di Polda Sumut. Praktik dugaan penggunaan alat rapid test daur ulang ini terjadi di layanan rapid test Kimia Farma di Bandara Internasional Kualanamu, Sumut. NET
Polda Sumut mengekspos kasus daur ulang alat rapid test antigen oleh 5 tersangka pegawai PT. Kimia Farma, Kamis (29/04/2021) di Polda Sumut. Praktik dugaan penggunaan alat rapid test daur ulang ini terjadi di layanan rapid test Kimia Farma di Bandara Internasional Kualanamu, Sumut. NET

JERNIHNEWS.COM-Sejauh ini lima orang karyawan PT Kimia Farma telah ditetapkan sebagai tersangka. Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca RZ Putra Simanjuntak, mengatakan penetapan tersangka ini karena pelaku mendaur ulang penggunaan cotton buds swab antigen.

"Para pelaku yang diungkap ini mereka memproduksi, mendaur ulang stik yang digunakan sebagai alat untuk melakukan tes swab antigen," kata Panca, dalam ekspos kasus ini, Kamis (29/04/2021) di Polda Sumut, sebagaimana dilansir dari Kumparan.

Panca menjelaskan, stik yang telah digunakan para pelaku dicuci kembali dikumpulkan dan dibersihkan dengan cara mereka sendiri. "Kemudian dikemas kembali dan digunakan oleh para pelaku untuk melakukan tes swab di Bandara Kualanamu," jelas dia.

Panca membeberkan inisial lima tersangka yakni PM (45), SR (19), DJ (20), M (30) dan R (21). Mereka terdiri dari karyawan tetap dan pekerja harian lepas di PT Kimia Farma. Mereka juga memiliki peran masing-masing.

"PM merupakan Bisnis Manager Laboratorium Kimia Farma Medan dia berperan sebagai penanggungjawab laboratorium dan yang menyuruh melakukan penggunaan cotton buds (stik) swab antigen bekas," ujar Panca.

Selanjutnya SR berperan sebagai pengangkut stik antigen bekas dari KNIA laboratorium Kimia Farma. "Dia membawa cotton buds swab antigen bekas yang sudah diolah dan dikemas ulang dari Laboratorium Kimia Farma ke KNIA,"ungkap Panca

Lalu DJ, berperan mendaur ulang stik swab antigen bekas agar terlihat seperti baru. Kemudian peran M adalah bekerja di bagian admin laboratorium Kimia Farma."Dia berperan yang melaporkan hasil swab ke pusat," tambah Panca.

Terakhir, peran daru R adalah mengurus hasil swab test antigen di posko pelayanan pemeriksaan COVID-19 Kimia Farma Bandara Kualanamu.

Lima tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 98 ayat (3) Jo Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Lalu Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) Jo pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Ketentuan Perundang-undangan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 2 Miliar," ujar Panca.

Kerja Sama Sementara Distop

Pasca penggerebekan, pihak Bandara Kualanamu menghentikan sementara kerja sama dengan Kimia Farma. "Sementara kita setop. Artinya ini memang dalam pemeriksaan yang nanti tindak lanjutnya setelah ada keputusan dari hasil pemeriksaan," ujar Plt General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Agoes Soeprayanto, Rabu (28/04/2021).

Agoes mengungkapkan, ruangan rapid test antigen di Bandara Kualanamu kini sudah disegel. "Jadi menunggu tindak lanjut dari kepolisian," ujarnya.

Meski demikian, layanan rapid test antigen akan tetap berjalan dengan menyiapkan layanan pengganti. Namun, dia tidak menjelaskan dari perusahaan mana layanan pengganti rapid test antigen tersebut.

"Ada satu layanan [rapid test] lagi di area terminal. Kalau dia berhadapan dengan bandara ada di wilayah sebelah kiri, itu area rapid test drive thru," jelasnya.

"Awalnya penggunaannya untuk kendaraan dengan mobil. Tapi kami sudah sampaikan ke pengelolanya untuk dapat menampung pelayanan non drive thru," lanjutnya.

Agoes menuturkan, layanan itu sudah diuji coba per hari ini. Ratusan penumpang pesawat sudah menggunakannya.

"Alhamdulillah sudah dilakukan layanan tersebut dan pada sore ini tadi saya update mencapai 300 konsumen yang sudah melakukan layanan rapid test," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut menggerebek pelayanan rapid test antigen di lantai II mezzanine Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (27/04/2021).

Penggerebekan dilakukan karena petugas pemeriksa rapid test antigen di sana menggunakan alat bekas atau daur ulang. (pr)