Payakumbuh Perketat Prokes, Tim 7 Dikerahkan untuk Razia

oleh -139 klik
Walikota Riza memimpin rapat koordinasi dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo tentang penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah di Aula Ngalau Indah, Kantor Walikota, Kamis (29/04/2021). IST
Walikota Riza memimpin rapat koordinasi dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo tentang penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah di Aula Ngalau Indah, Kantor Walikota, Kamis (29/04/2021). IST

JERNIHNEWS.COM- Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan kembali akan memperketat penerapan protokol kesehatan, mengingat saat ini Payakumbuh berada di zona orange. Dia berharap agar Payakumbuh tidak masuk zona merah, karena kalau itu terjadi semua kegiatan akan kembali ditutup.

Hal itu disampaikan Wako Riza saat memimpin rapat koordinasi dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo tentang penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah. Rakor yang dipimpin Walikota Riza Falepi itu di gelar di Aula Ngalau Indah, Kantor Walikota, Kamis (29/04/2021).

"Jadi kita minta semuanya untuk tetap hati-hati dan waspada, ingatkan dan sosialisasikan kembali kepada seluruh masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Karena kita lihat sekarang masyarakat sudah mulai kurang disiplin," kata Wako Riza.

Riza menyebut, sampai saat ini Pemko Payakumbuh tidak ada melakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Namun dia mengimbau agar protokol kesehatan dijalankan dan begitu juga dengan penerapan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas).

"Tapi ini yang mulai diabaikan masyarakat kita, dan kita minta kepada tim tujuh supaya gencar melakukan razia, mulailah menyisir tempat-tempat yang mengundang keramaian, kalau masih ada yang membandel dan tidak menerapakan prokes tindak saja," ucapnya.

Wako Riza meminta agar seluruh kelurahan mengaktifkan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk memantau kegiatan masyarakat baik itu kegiatan yang mengundang keramaian maupun masyarakat yang pulang kampung.

Dikatakan dalam rangka menerapkan PPKM ini, Kelurahan, Babinsa, Babinkantibmas dan Puskesmas harus sering berkoordinasi, kalau perlu ikut sertakan tokoh masyarakat dan pemuda setempat untuk menggiatkan kegiatan tersebut.

"Tolong dipantau hal-hal tersebut jangan sampai lengah, kalau ada masyarakat kita yang pulang kampung supaya dirapid antigen dulu dan isolasi mandiri," ujarnya.

"Untuk vaksinasi covid, saya minta agar dipercepat, supaya seluruh masyarakat Payakumbuh aman dari ancaman covid-19," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal mengatakan pihaknya telah menyiapkan rapid tes antigen untuk pelaku perjalanan yang masuk ke Payakumbuh.

"Kita minta peran aktif lurah dan RT untuk mendata warganya yang pulang kampung dan melaporkannya ke puskesmas untuk dilakukan rapit antigen," katanya.

Untuk rapit antigen tersebut Kadinkes menjelaskan akan dilakukan sebanyak dua kali, yang pertama dilakukan saat kedatangan kemudian disuruh istirahat lima hari kemudian baru dilakukan yang kedua.

"Kalau didapati hasilnya positif baik itu dirapid antigen yang pertama atau kedua akan dilakukan tes swab, kalau ternyata hasilnya positif maka akan kita bawa ke tempat isolasi yang telah disediakan," ungkapnya.

Dan untuk lebaran tahun ini Pemko Payakumbuh juga tidak memfasilitasi acara open house, baik itu di rumah wali kota, wakil wali kota, ketua DPRD ataupun Sekda.

Hadir dalam rakor tersebut, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten I, II dan III Setdako Payakumbuh, seluruh Kepala Perangkat Daerah (KPD), Camat se-Kota Payakumbuh, Lurah se-Kota Payakumbuh dan Kepala Puskesmas se-Kota Payakumbuh. (syn)