Paidi, 'Ruud Gullit' Eks Pemulung Jadi Miliarder Ubi Porang

oleh -126 klik
Paidi di depan perusahaan  miliknya,  PT Paidi Indo Porang. IST
Paidi di depan perusahaan miliknya, PT Paidi Indo Porang. IST

JERNIHNEWS.COM- Sungguh tidak ada yang menyangka jika seorang pemulung, yang saban hari keluar masuk kampung mencari barang rosok, akhirnya menjadi sosok milIarder. Ini bukan mimpi, melainkan kenyataan hidup.

Paidi dan porang yang sudah dipanen. IST
Paidi dan porang yang sudah dipanen. IST

Adalah Paidi (37), warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Madiun, Jawa Timur, yang bukan sekedar dikenal sebagai miliarder, melainkan dinobatkan sebagai guru budi daya tanaman porang di Indonesia.

Tanaman porang. IST
Tanaman porang. IST

Porang merupakan jenis tanaman umbi-umbian dengan nama biologi, amorphophallus muelleri. Bernama lain iles iles, yang masih serumpun dengan suweg dan walur.

Semenjak tahun 2010-an, Paidi yang postur dan model rambutnya mirip Ruud Gullit, gelandang bernomor punggung 4 di klub Chelsea FC, mulai menekuni budi daya porang di tempat kelahirannya.

Perkenalannya dengan porang diawali saat dia bertemu dengan salah seorang kawan se panti asuhan di kawasan Kecamatan Saradan, Madiun. Dari situ Paidi dikenalkan, bahwa secara ekonomis porang merupakan tanaman yang bermasa depan terang.

Budi daya Porang Paidi pun mengembang pesat. Namanya dikenal seantero Nusantara sebagai sosok pembudi daya porang, hingga bermetamorfosis menjadi seorang miliarder.

Di situlah dia mulai disorot berbagai pihak, baik petani, pengusaha, maupun birokrat. "Puluhan ribu petani se-Indonesia silih berganti datang ke tempat saya. Intinya mereka ingin menimba ilmu tentang budi daya porang," tutur Paidi kepada jurnalis, Kamis (15/04/2021).

Menurut Paidi, para petani yang datang berguru kepadanya itu berasal dari berbagai pulau di Indonesia. Seperti berbagai kabupaten di Bangka Belitung, Sumatera, Sulawesi, Timor, Kalimantan, Papua, Jawa dan pulau pulau lainnya.

Rupanya bukan hanya para petani yang datang ingin berguru budi daya porang. Para pejabat di bidang pertanian pun tak sedikit yang menimba ilmu kepadanya. "Pejabat dinas pertanian dari Bangka Belitung dan Sulawesi serta Jawa banyak yang ke sini. Mereka ingin tahu budi daya porang untuk dikembangkan ke petani binaannya," aku Paidi.

Sedangkan dari segi bisnis, menurut Paidi, tak sedikit para pengusaha baik luar kota maupun luar pulau yang datang mengajak bekerja sama. Umumnya mereka siap memberikan dukungan permodalan, guna mengembangkan porang.

"Dari ribuan petani luar pulau Jawa sudah banyak yang akhirnya berhasil. Akhirnya mereka saya ajak bermitra. Hasil panen saya beli kemudian saya ekspor," tutur Paidi.

Untuk menaungi kelancaran usahanya, Paidi sejak tahun 2017 mendirikan perusahaan. Dia memberi nama PT. Indo Paidi Porang yang bermarkas di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Madiun, yang saat ini dijalankan belasan karyawannya.

Dijelaskan Paidi, hingga saat ini pihaknya sanggup mengekspor sebanyak 2.000 sampai 3.000 ton porang setiap tahunnya. Negara yang paling banyak mengekspor porang adalah China dan Jepang.

Diungkapkan Paidi, bisnis porang masih prospektif sampai puluhan tahun mendatang. "Sebab permintaan luar negeri masih terlalu jauh jika dibandingkan dengan ketersediaan barang," kata Paidi mengakhiri. (fin)