Pohon Pinago Lebih Tangguh Menahan Abrasi

oleh -62 klik
Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengecek keberadaan pohon pinago yang sebelumnya ditanam Wapres RI, Rabu (14-04-2021) di Pantai Kata Kota Pariaman. DINAS KOMINFO SUMBAR
Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengecek keberadaan pohon pinago yang sebelumnya ditanam Wapres RI, Rabu (14-04-2021) di Pantai Kata Kota Pariaman. DINAS KOMINFO SUMBAR

JERNIHNEWS.COM-Wilayah Sumatera Barat berpotensi sering terjadi bencana alam, khususnya abrasi wilayah pesisir. Hal itu menuntut Pemda harus memiliki strategi mitigasi yang mumpuni, namun tak berbiaya tinggi. Mitigasi berbasis vegetasi adalah metode yang bisa diterapkan di samping mitigasi berbasis infrastruktur. Pohon pinago adalah jenis tanaman yang lebih tangguh terhadap abrasi.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, di sela kunjungan ke Pantai Kata, Kota Pariaman, Rabu (14/04/2021).

Didampingi Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi, kunjungan Doni ke Pariaman bersama jajaran BNPB dalam rangka memantau kesiapan mitigasi bencana di Sumbar. Khususnya mitigasi bencana berbasis vegetasi seperti penanaman pohon pinago di Pantai Pariaman.

"Kunjungan saya kemari untuk melihat tanaman yang ditanam pak Wapres, pas satu minggu pasca ditanam. Biasanya setelah tanam pohon, selesai. Padahal perawatannya itu penting. Saya apresiasi Pariaman. Bibit pohon yang ditanam juga dirawat, ini bisa jadi contoh. Bukan berapa banyak kita menanam pohon, tapi berapa banyak yang tumbuh, itu yang penting," ungkap Doni, sebagaimana di kutip dari Dinas Kominfo Sumbar.

Salah satu jenis pohon yang direkomendasikan adalah pinago. Doni mengatakan, dalam beberapakali survei ke lokasi bencana selama ini, pohon pinago terbukti lebih tahan abrasi dibandingkan jenis lainnya. Ia berharap pemerintah daerah bisa membuat program pembibitan pinago yang selama ini hanya tumbuh liar saja.

"Resiko bencana di Sumbar sangat besar, khususnya wilayah pesisir. Oleh sebab itu mitigasi itu harus dengan kombinasi antara mitigasi berbasis vegetasi dan mitigasi berbasis insfrastruktur. Kalau infrastruktur itu berbiaya besar, makanya yang vegetasi lebih baik. Pohon pinago ini bagus, tahan abrasi dan berumur panjang. Jadi kalau bisa dibantu pembibitannya," kata Doni.

Walikota Pariaman, Genius Umar menyampaikan terimakasih atas kedatangan BNPB dan melaporkan bahwa tiap desa sudah ada kelompok siaga bencana lengkap dengan manajemen dapur umum. "Ke depan akan kita tingkatkan mitigasi berbasis vegetasi khususnya penanaman pohon pinago," ujar Genius.

Selain mengunjungi Pariaman, Doni Monardo dijadwalkan juga akan meninjau mitigasi di Pantai Padang, Painan dan Bengkulu. (pr)