Joni Hendri Berbagi di 1 Ramadhan

oleh -119 klik
Joni Hendri, S.Kom, M.Kom berbagi sembako dengan karyawan dan masyarakat sekitar perusahannya di Jakarta, pada 1 Ramadhan 1442 H atau Selasa (13/04/2021). Program berbagi sembako ini rutin dilaksanakan sejak 10 tahun lalu. IST
Joni Hendri, S.Kom, M.Kom berbagi sembako dengan karyawan dan masyarakat sekitar perusahannya di Jakarta, pada 1 Ramadhan 1442 H atau Selasa (13/04/2021). Program berbagi sembako ini rutin dilaksanakan sejak 10 tahun lalu. IST

JERNIHNEWS.COM-Budaya berbagi di hari pertama Ramadhan terus berlanjut oleh Joni Hendri, di lingkungan perusahaannya di Jakarta. Lebih dari 100 buah paket sembako yang dibagikan kepada karyawan dan masyarakat tak mampu yang ada di sekitar perusahaannya, Selasa (13-04-2021).

"Alhadulillah, budaya berbagi tetap kami laksanakan sejak 10 tahun yang lalu," kata Joni Hendri, S.Kom, MM yang juga diamanahkan menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Koto Nan Gadang Jabodetabek, saat dihubungi jernihnews.com melalui sambungan telepon.

Budaya berbagi itu disambut suka cita oleh karyawan dan masyarakat sekitar perusahaan. Hari pertama Ramadhan memang tidak diisi dengan aktifitas bekerja seperti hari biasanya. Tapi hanya khusus berbagi sembako kepada warga sekitar tempat berusaha.

"Banyak warga sekitar kami dan juga di tempat lainnya yang terdampak Covid-19. Semoga pandemi Covid 19 ini segera berakhir dan perputaran ekonomi juga bisa pulih kembali," kata Joni Hendri.

Selain program seperti ini, Joni Hendri setiap tahun juga memberikan program motivasi bagi karyawannya yang berprestasi. Setiap karyawan yang bekerja dengan baik dan berproduktifitas tinggi dihadiahi satu unit sepeda motor. Karyawan pun bersemangat dan termotivasi.

Tidak saja mengejar target-target produktifitas perusahaan, Joni Hendri juga membekali karyawan dengan siraman rohani. Setiap hari Senin, secara rutin dilaksanakan kajian dengan mendatangkan guru atau ustadz secara khusus ke perusahaannya. Karyawan wajib mengikuti kajian tersebut.

Masyarakat sekitar perusahaan yang mengganggur, ditawari bekerja oleh Joni Hendri. Syaratnya, jujur dan mau melaksanakan shalat lima waktu serta ikut kajian-kajian yang dilaksanakan perusahaan. Hal hasil, mereka yang dulu preman dan sangat jauh dari agama, setelahnya menjadi tekun beribadah. (erz)