Masjid Moh. Hatta di Sarilamak Mulai Digunakan Ramadhan Ini

oleh -96 klik
Suasana menjelang Shalat Zuhur berjamaah, Senin (12-04-2021) di Masjid Moh. Hatta, Sarilamak, Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota, yang masih terbengkalai. NITA
Suasana menjelang Shalat Zuhur berjamaah, Senin (12-04-2021) di Masjid Moh. Hatta, Sarilamak, Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota, yang masih terbengkalai. NITA

JERNIHNEWS.COM-Masjid Moh. Hatta di Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota, Sarilamak, mulai digunakan pada Ramadhan 1442 H/2021. Hal itu ditandai dengan dilaksanakan Shalat Zuhur berjamaah, Senin (12/04/2021) di masjid yang lahannya merupakan wakaf dari keluarga Aziz Haily, Bupati Limapuluh Kota periode 1990-2000.

Rancangan Masjid Moh. Hatta, Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota. JNC
Rancangan Masjid Moh. Hatta, Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota. JNC

Di masjid tersebut juga digelar makan bersama menyambut bulan suci Ramadhan oleh Yayasan Prof. Aziz Haily bersama panitia pembangunan masjid. Turut hadir mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, Ketua MUI Limapuluh Kota Syafrijon, mantan Kadis PUPR Limapuluh Kota Davus Ehma, Hj. Ernita Aziz Haily (istri Almarhum Aziz Haily) yang juga Ketua Yayasan Wakaf Prof. Aziz Haily dan banyak lainnya.

Pembangunan Masjid Mohammad Hatta dimulai tahun 2014. Dalam proses pembangunannya sempat terhenti tahun 2016. Sehingga praktis terhenti selama empat tahun. Setelah panitia pembangunan dapat kembali mengumpulkan infak, pekerjaan pembangunan masjid ini pun dimulai kembali sekitar dua bulan lalu.

Mantan Wabup Limapuluh Kota Ferizal Ridwan dalam kesempatan itu mengatakan, proses pembangunan Masjid Moh. Hatta yang direncanakan dua lantai itu telah dimulai sejak enam tahun lalu, sempat terhenti dan dilanjutkan lagi. Meski kondisinya masih terbengkalai, namun masjid ini sudah bisa digunakan untuk shalat lima waktu. Ferizal Ridwan berharap masjid yang berada di depan Mapolres Limapuluh Kota itu bisa cepat selesai.

"Mewakili keluarga almarhum Bapak Aziz Haily, kita semua tentu berharap di Bulan Ramadhan ini yang insya Allah datangnya besok, masjid kita ini bisa kita pakai untuk melaksanakan shalat lima waktu dan kegiatan keagamaan lainnya selama Bulan Ramadhan," kata Buya Feri.

Ferizal berharap, ke depan Pemkab Limapuluh Kota ikut memberikan bantuan untuk pembangunan masjid ini.

"Kabupaten/kota di Sumbar ini, kita Limapuluh Kota salah satu yang tidak memiliki Masjid Agung. Oleh karena itu, jika nanti masjid ini siap, bisa dijadikan Masjid Agung oleh Pemerintah Daerah," ujar Ferizal.

"Mudah-mudahan pemerintah daerah saat ini terbuka hatinya menyiapkan anggaran. Dan mari ke depan kita jaga masjid ini bersama-sama," katanya menambahkan.

Ketua MUI Kabupaten Limapuluh Kota, Syafrijon menyebutkan ia bersama sejumlah pihak telah berulang kali berjuang, mendorong serta melakukan pendekatan kepada Pemkab Limapuluh Kota agar Masjid Agung segera terwujud di Limapuluh Kota. Namum sayang mimpi besar itu tak kunjung terwujud hingga saat ini.

"Kita telah sering berjuang, mendorong serta melakukan pendekatan kepada kepala daerah untuk mendirikan Masjid Agung di daerah kita ini. Namun setelah beberapa kali ganti kepala daerah hal tersebut tidak juga terwujud," ucapnya.

Ia mendorong kepala daerah Kabupaten Limapuluh Kota saat ini dengan visi Limapuluh Kota madani agar mewujudkan Masjid Agung di Limapuluh Kota.

"Saya sering malu setiap kali ada pertemuan di tingkat provinsi, sebab hanya daerah kita yang belum memiliki Masjid Agung," katanya.

Dalam kesempatan itu, salah seorang warga setempat Hasnah (73) ingin mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid tersebut.

"Saya juga ingin mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid ini. Saat ini tanah tersebut belum kita ukur, " sebut Hasna. (syn)