Kasus Covid-19 di Sumbar Meningkat , Dampak Penerapan Prokes Melonggar

oleh -96 klik
Jasman Rizal. NET
Jasman Rizal. NET

JERNIHNEWS.COM- Kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa waktu terakhir meningkat. Hal ini disebabkan melonggarnya penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Hingga sekarang jumlah warga Sumbar yang terinfeksi virus corona sebanyak 32.955 orang. Sedangkan yang meninggal akibat penyakit dari Wuhan Cina itu sebanyak 715 orang.

"Secara keseluruhan, kasus Covid-19 di Sumbar pada minggu ke-56 meningkat. Ini perlu perhatian serius semua satgas kabupaten dan kota. Kecenderungan kasus meningkat akan semakin mengkhawatirkan. Karena pengawasan terhadap orang datang di bandara serta perbatasan sudah sangat longgar. Penerapan Prokes yang mengacu kepada Perda No. 6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru telah juga sangat longgar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penenganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11-04-2021).

Menurut Jasman, sebagaimana data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, kini Kabupaten 50 Kota menjadi satu-satunya daerah yang masuk zona merah sejak April 2020 di Sumatera Barat.

Sumbar masih berada pada zonasi orange (resiko sedang), skornya IKM 2,24 dengan kasus meningkat. Positivity Rate 7,86 (standard WHO 5,0), meningkat dari minggu sebelumnya di 7,79. Namun secara nasional, PR Sumbar termasuk sangat rendah (tapi kesimpulannya memang meningkat)

Sampai minggu ke-56, warga Sumbar yang telah terinfeksi covid-19 sebanyak 32.955 orang. Recovery rate (tingkat kesembuhan) 93,31 persen, atau sembuh 30.751 dari 32.955 orang yang terinfeksi. Merupakan capaian kesembuhan tertinggi secara nasional.

Meninggal dunia akibat Covid-19, sebanyak 715 orang dari 32.955 yang terinfeksi (2,17%), jumlah ini juga meningkat. Kasus Aktif sebanyak 1.489 orang (4,52%) dari 32.955 orang, jumlah ini juga meningkat . Rawat di RS Rujukan sebanyak 334 orang (1,01%) dengan katagori meningkat.

Isolasi Mandiri sebanyak 1.082 orang (3,28%), katagori meningkat. Isolasi di karantina provinsi tidak ada, karena fasilitas karantina provinsi tidak lagi disediakan.

Isolasi di karantina kabupaten/kota sebanyak 73 orang (0,22%) dengan katagori meningkat. Tingkat hunian rumah sakit (ruangan khusus rujukan pasien covid-19) sebesar 31,44% dengan katagori meningkat. (erz)