Fly Over Sitinjau Lauik Dibangun 2022

oleh -77 klik
Menteri Bappenas Suharso Monoarfa didampingi Wagub Sumbar Audy Joinaldy saat meninjau lokasi pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (08/04/2021). NET
Menteri Bappenas Suharso Monoarfa didampingi Wagub Sumbar Audy Joinaldy saat meninjau lokasi pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (08/04/2021). NET

JERNIHNEWS.COM-Proyek Fly Over Sitinjau Lauik di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang yang terletak di perbatasan Kota Padang dan Kabupaten Solok akan dimulai pengerjaannya pada tahun 2022. Menteri Bappenas, Suharso Monoarfa, Kamis (08/04/2021) meninjau langsung kondisi jalan Sitinjau Lauik yang dikenal sebagai daerah dengan tanjakan terjal dan jurang dalam.

Maksud kehadiran Menteri Suharso untuk melihat kesiapan beberapa proyek strategis nasional yang ada di Sumatera Barat, termasuk Fly Over Sitinjau Lauik dengan anggaran proyek Rp1,2 triliun. Panjang Fly Over yang akan dibangun 2,6 kilometer.

Mendarat pukul 09.00 WIB, Suharso disambut langsung Gubernur Mahyeldi beserta Wagub Audy. Setelah beristirahat sejenak di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), mantan anggota DPR 2 periode ini langsung menuju kawasan Sitinjau Lauik.

Terik matahari, tak menghalangi Suharso Monoarfa mendengar pemaparan singkat dari pejabat daerah dan Kementerian PUPR terkait grand design fly over Sitinjau Lauik. Berdiri di panorama I dan dipayungi langit terbuka, Menteri Suharso terlihat serius mendengar penjelasan dari pejabat terkait. Sesekali dia memberi pandangan dan masukan terhadap paparan tersebut.

Ketika diwawancarai media usai kunjungan, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan, fly over Sitinjau akan langsung dikerjakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Dia menerangkan, di tahun 2021 ada sekitar 35 mega proyek yang direncanakan di seluruh Indonesia dan diharapkan dapat berjalan tepat waktu. Salah satu mega proyek tersebut pembangunan fly over Sitinjau Lauik.

"Fly over Sitinjau Lauik merupakan prioritas utama Kita. Selain mengatasi kecelakaan akibat rute jalan yang berliku-liku, juga nantinya dapat mengatasi kemacetan karena volume kendaraan yang melewati jalur ini cukup tinggi. Pemerintah tidak main-main agar proyek terealisasi. Total Rp1,28 triliun telah dianggarkan," ucap Suharso, sebagaimana keterangan resmi dari Dinas Kominfo Sumbar.

Dia menambahkan, mega proyek fly over Sitinjau Lauik merupakan kolaborasi beberapa kementerian dan lembaga negara. Untuk manajemen keselamatan transportasi diatur Bappenas. Pembangunan jalan oleh Kementerian PUPR. Masalah lingkungan dan hutan lindung otoritas Kementerian Lingkungan Hidup. Klasifikasi angkutan wewenang Kementerian Perhubungan, serta penegakan hukum adalah ranah kepolisian.

Ketika ditanya apakah fly over Sitinjau Lauik layak untuk diteruskan, Suharso menjelaskan, semuanya akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait. Khususnya dampak lingkungan, sebab akan ada sebagian daerah hutan yang terkena imbas proyek.

"Grand design segera dikoordinasikan. Semoga tahun depan mega proyek ini bisa dimulai," pungkasnya.

Fly over Sitinjau Lauik akan membentang sejauh 2,6 kilometer. Fly over terdiri dari jalan dan jembatan dengan 5 tahap pengerjaan buat jalan, dan 4 tahap untuk jembatan. (pr)