Ini Alasan Pemerintah Ambil Alih TMII

oleh -75 klik
Gerbang Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Objek wisata ini, diambil alih kini oleh negara dari Yayasan Harapan Kita yang dulunya didirikan oleh Ibu Tien Soeharto, Istri Presiden RI ke-2. NET
Gerbang Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Objek wisata ini, diambil alih kini oleh negara dari Yayasan Harapan Kita yang dulunya didirikan oleh Ibu Tien Soeharto, Istri Presiden RI ke-2. NET

JERNIHNEWS.COM-Pemerintah mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. Mensesneg Pratikno menjelaskan alasan mengapa pemerintah mengambil alih TMII.

"Ini sudah pembicaraan cukup lama. Jadi kami menindaklanjuti rekomendasi dari beberapa pihak terkait termasuk dari BPK," ujar Pratikno dalam konpers virtual, Rabu (07/04/2021).

Pratikno menjelaskan berdasarkan Keppres Nomor 51 Tahun 1977, TMII merupakan miliki negara tapi pengelolaannya diberikan kepada Yayasan Harapan Kita yang didirikan Tien Soeharto, istri dari Presiden RI ke-2. Selain saran BPK, pengambilalihan bertujuan untuk memberikan optimalisasi pengelolaan aset pemerintah.

"Kami berkewajiban untuk melakukan penataan, memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat dan memberikan kontribusi keuangan untuk negara," kata Pratikno, sebagaimana dilansir dari Kumparan.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Mensesneg Setya Utama menjelaskan mengapa pemerintah baru mengambil alih setelah 44 tahun dikelola Yayasan Harapan Kita. Menurut dia, pada Januari 2021, BPK memberi rekomendasi bahwa harus ada pengelolaan yang lebih baik dari Kemensetneg terhadap sejumlah aset negara.

"Ada temuan BPK dari bulan Januari untuk laporan hasil pemeriksaan 2020. Rekomendasinya harus ada pengelolaan yang lebih baik dari Kemensetneg terhadap aset yang dimiliki negara," ujar Setya.

Pengambilalihan TMII memiliki dasar hukum Perpres Nomor 19 Tahun 2021 yang telah diteken Presiden Jokowi.

Nantinya, Kemensetneg bakal membentuk tim transisi untuk menangani proses transisi pengelolaan.

"Tim transisi akan bekerja dan juga Badan Pengelola TMII yang di bawah Yayasan Harapan Kita tetap meneruskan pekerjaannya sampai membuat laporan pertanggung jawaban dari pengelolaan selama ini," kata Setya. (pr)