Cegah Krisis Komunikasi Orang Tua dan Anak

oleh -239 klik
Direktur Lembaga Edukasi Karakter Bangsa, H. Alber Nashir Dt. Bilang (kanan), menjadi narasumber pada pelatihan Komunikasi Orang Tua dan Anak untuk orang tua siswa SMP Islam Al Azhar Bukittinggi, Kamis, (18/03/2021) (IST).
Direktur Lembaga Edukasi Karakter Bangsa, H. Alber Nashir Dt. Bilang (kanan), menjadi narasumber pada pelatihan Komunikasi Orang Tua dan Anak untuk orang tua siswa SMP Islam Al Azhar Bukittinggi, Kamis, (18/03/2021) (IST).

JERNIHNEWS.COM-Keharmonisan komunikasi orang tua dan anak menjadi salah satu penentu kesuksesan anak baik dalam akademik maupun kepribadian anak. Bahkan, hal itu sejatinya bentuk dari hak-hak orang tua dan anak yang sangat diperhatikan oleh syariat Islam.

Kewajiban memperhatikan hak-hak orang tua dan anak, khususnya terkait pola komunikasi itu, menurut H. Alber Nashir Dt. Bilang, bukan karena orang tua merupakan perantara kehadiran anak ke dunia, dan juga bukan kareana anak penerus generasi, tapi karena Allah memang mewajibkan hak-hak tersebut kepada hambaNya dan menilainya sebagai bentuk ibadah.

"Salah satu hak orang tua yang terpenting adalah diperlakukan dengan baik oleh anaknya, termasuk dalam berkomunikasi," kata Alber Nashir yang merupakan Direktur Lembaga Edukasi Karakter Bangsa kepada jernihnews.com, Jumat (02/04/2021).

Diterangkannya, spesifikasi usia lanjut yang disebut dalam Al-Qur'an bukan berarti perintah berbuat baik dan santun berkomunikasi kepada orang tua hanya dituntut pada usia tertentu, namun merupakan penekanan agar anak memperhatikan orang tuanya di masa tua, saat mereka memerlukan pelayanan, karena kebanyakan orang enggan melakukannya.

Di sisi lain, jelasnya, orang tua juga punya tanggungjawab yang tak kalah beratnya dalam mendidik anak-anaknya. "Untuk merealisasikan tanggung jawab itu diperlukan komunikasi yang intens antara orang tua dan anak, sehingga orang tua mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan anak dan masalah yang dihadapinya," ungkap pakar pelatihan spiritual parenting tersebut.

Ditambahkannya, orang tua mesti mencegah segala bentuk penyebab yang membuat terjadinya krisis komunikasi mereka dengan anak. "Kesibukan mencari materi dan merasa puas dengan pola komunikasi satu arah dapat menyebabkan krisis komunikasi orang tua dan anak," sebut dosen STBA Haji Agus Salim Bukittinggi ini menegaskan. (r)