Terkena Proyek SUTET, Warga Tj. Pauh Terima Ganti Rugi Rp 6,4 Miliar Tanpa Potongan

oleh -96 klik
Taufik JS, Wali Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. FB
Taufik JS, Wali Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. FB

JERNIHNEWS.COM- Proyek jaringan instalasi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PT PLN melewati Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Sebanyak 88 Kepala Keluarga (KK) sudah menerima ganti rugi dengan total nominal lebih kurang Rp 6,4 miliar tanpa potongan. Lahan mereka dilalui jaringan dan dibangun 22 menara SUTET.

"88 KK tersebut sudah dibayarkan ganti ruginya. Nagari tidak memotong dana ganti rugi tersebut dari masyarakat sepersen pun. Ada yang menerima Rp300 juta, Rp150 juta, Rp 50 juta dan lainnya. Tergantung luas lahan mereka yang terpakai untuk menara SUTET dan terlewati bentangan kabel," kata Wali Nagari Tanjung Pauh, Taufik JS kepada Jernihnews.com, Rabu (31/03/2021) di Kampung Sarasah, Harau.

Karena jumlah nilai ganti rugi cukup besar, ada yang mencapai ratusan juta rupiah, maka ada 16 orang warga yang langsung menggunakannya untuk menunaikan ibadah Umroh. "Mereka sudah membayar, mungkin ada yang langsung lunas. Tapi karena masih suasana pandemi Covid-19, warga itu belum jadi berangkat," kata Taufik, walinagari yang dulu pernah belasan tahun berkarir di berbagai hotel berbintang di Kota Batam.

Selain untuk Umroh, ada juga yang memanfaatkan dana ganti rugi itu untuk membangun rumah, renovasi rumah, beli kendaraan, investasi dan lain sebagainya. Yang membuat Wali Nagari Taufik bahagia, tidak ada masyarakat yang mengeluhkan, apalagi protes atau demo terkait dengan ganti rugi proyek SUTET yang melewati nagari di perbatasan Sumbar-Riau tersebut.

"Alhamdulillah, prosesnya berjalan mulus. Masyarakat tidak merasa dirugikan. Mereka masih bisa menanami dan menggarap lahan mereka yang dilewati SUTET. Tapi syaratnya tidak boleh menanam tanaman berukuran tinggi. Sebab, bisa mengganggu jaringan SUTET dan mengancam keselamatan jiwa," sebut pria yang juga menyenai profesi dan tugas-tugas jurnalis, sembari mengatakan kondisi sekarang sangat berbeda dengan masa ganti rugi proyek PLTA Koto Panjang yang sarat dengan protes dan demo, di dalam maupun luar negeri.

Wali Nagari ini juga mengutarakan tentang banyaknya warga penerima ganti rugi proyek SUTET yang melaksanakan puasa nazar setelah proses pembayaran ganti rugi berjalan mulus dan pihak nagari juga tidak melakukan pemotongan sepersen pun.

"Kita di Nagari Tanjung Pauh, semua bersepakat untuk tidak ada pungutan pelayanan administrasi sepersen pun. Termasuk dalam pengurusan ganti rugi proyek SUTET. Masyarakat senang dan sangat berterima kasih dengan kami pihak nagari yang membantu mereka dalam proses pengurusan ganti rugi," sebut Taufik.

Mungkin karena merasa puas dengan bantuan layanan administrasi pihak nagari dalam pengurusan ganti rugi proyek SUTET, menurut Taufik, masyarakat juga sangat berharap dalam pengurusan proyek jalan tol Padang-Pekanbaru yang disebut-sebut juga melewati nagari itu pihak nagari kembali memfasilitasi mereka.

"Saking senangnya, masyarakat juga minta kita membantu untuk pengurusan ganti rugi proyek jalan tol yang disebut-sebut juga akan melewati nagari kami," kata Taufik JS menandaskan. (erz)