NU Pasbar Kutuk Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

oleh -92 klik
Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), H. Syawal Suro. RIZAL
Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), H. Syawal Suro. RIZAL

JERNIHNEWS.COM-Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), H. Syawal Suro mengutuk aksi yang diduga bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (28/03/2021) pagi.

"Kita mengutuk keras atas bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, karena tidak ada satu agama apapun yang membenarkan dan mengajarkan hal itu," kata H. Syawal Suro saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Minggu (28/03/2021).

H. Syawal Suro menambahkan, sesama warga Indonesia bersaudara dan tidak bisa dibatasi dengan perbedaan suku, ras, agama, warna kulit atau golongan. Oleh karena itu, setiap warga harus menghindari kekerasan, radikalisme dan terorisme yang akan mengancam rusaknya keharmonisan sosial antar sesama.

"Mari kita dewasa dan berlapang dada dalam menyikapi permasalahan ini, dan tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan suku, ras dan agama tertentu," ucapnya.

Di samping itu, mengingat Kabupaten Pasbar yang memiliki banyak keberagaman di dalamnya, seperti keberagaman suku, agama dan daerah asal, Syawal Suro meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan kejadian tersebut, dengan meningkatkan toleransi, keharmonisan dan menghindari benturan antar etnis dan agama yang ada.

"Mari kita tingkatkan kerukunan antar sesama, kita disatukan dengan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda namun tetap satu. Apalagi perjuangan bangsa ini didasari dengan kebersamaan antar etnis yang telah menjadikan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pasbar dari Fraksi Partai Demokrat selaku Wakil Ketua DPRD Pasbar, Endra Yamaputra mengaku sangat prihatin dan mengecam keras kejadian itu. Dia meminta penegak hukum mengusut tuntas dan mencari serta menangkap pelaku dan aktor intelektual di balik aksi teror tersebut.

"Kita meminta aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku dan pihak-pihak yang ada di balik peristiwa yang tidak terpuji ini," katanya mengakhiri.(rzl)