Irwandi Nashir: Menulis Itu Penting

oleh -228 klik
H. Irwandi Nashir, M.Pd, dosen IAIN Bukittinggi menyerahkan buku Biografi H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik, pendiri Ponpes Terpadu Serambi Mekkah Padang Panjang yang ditulisnya kepada Pemred Jernihnews.com, Yon Erizon di Kantor Redaksi Jernihnews.com, Jl. Sudirman No. 135 Balai Cacang Koto Nan Gadang, Payakumbuh, Minggu (28/03/2021). TAUHID
H. Irwandi Nashir, M.Pd, dosen IAIN Bukittinggi menyerahkan buku Biografi H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik, pendiri Ponpes Terpadu Serambi Mekkah Padang Panjang yang ditulisnya kepada Pemred Jernihnews.com, Yon Erizon di Kantor Redaksi Jernihnews.com, Jl. Sudirman No. 135 Balai Cacang Koto Nan Gadang, Payakumbuh, Minggu (28/03/2021). TAUHID

JERNIHNEWS.COM- H. Irwan Nashir, M.Pd telah menulis beberapa buah buku, termasuk buku biografi. Dia mengemukakan tentang pentingnya budaya menulis. Menurutnya perlu dibangun kemampuan dan budaya menulis, baik di kalangan siswa, mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dosen IAIN Bukittinggi itu saat berkunjung ke Kantor Redaksi Jernihnews.com, pada Minggu (28/03/2021) pagi.

Dalam kunjungannya, alumni S1 dan S2 Jurusan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang (UNP) ini juga menyerahkan buku biografi H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik, pendiri Pesantren Terpadu Serambi Mekkah Padang Panjang, Sumatera Barat yang berjudul 'Berdamai dengan Takdir'.

Buku biografi itu ditulis oleh Irwandi Nasir dan Nur Azmi Alwi. Muatan bukunya tentang perjuangan yang sangat luar biasa seorang Bahar Yusuf dari seorang yang berlatar sebagai buruh meraih mimpi. Kata sambutannya dari mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang juga mantan Gubernur Sumbar.

Meski H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik, pendiri Pesantren Terpadu Serambi Mekkah belum dikenal sebagai tokoh besar Minang layaknya sederetan tokoh seperti Bung Hatta, Moh. Natsir, Hamka, M. Yamin dan lainnya, namun dengan ditulisnya buku biografi tentang beliau, masyarakat juga bisa mengetahui betapa gigihnya perjuangan beliau di dalam hidup hingga sukses membangun Pesantren Serambi Mekkah.

Melalui buku biografi itu pula dapat diketahui publik pembaca, bahwa ternyata berkat kesungguhan H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik yang tak pernah menempuh pendidikan formal tersebut dapat berhubungan baik dan dekat dengan pejabat selevel Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Duta Besar Arab Saudi, menteri, gubernur, Walikota, Bupati dan lainnya.

"Ya, semua itu dapat diketahui masyarakat setelah ditulis dalam buku, berita dan lainnya," kata Irwandi, sembari menegaskan begitu dahsyatnya pengaruh dan manfaat tulisan.

Karena itu, Irwandi yang dulu juga pernah diamanahkan menjadi Humas IAIN Bukittinggi terus mendorong mahasiswa, staf humas, dosen, pelajar, dan masyarakat belajar menulis dan membudayakan kebiasaan menulis, yang kini lebih dikenal dengan istilah literasi.

Buku Biografi H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik dengan judul 'Berdamai dengan Takdir' itu diterima oleh Pemred Jernihnews.com, Yon Erizon.

Terbangun kesepahaman antara Irwandi Nashir dan Yon Erizon tentang pentingnya mendorong dan memajukan budaya menulis dan literasi secara umum di wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota serta Sumatera Barat pada umumnya. (pr)