Forum Asosiasi Kelompok Tani (FAKTA) Pasbar Terbentuk

oleh -85 klik
Para pengurus Forum Asosiasi Kelompok Tani (FAKTA) Kabupaten Pasbar. RIZAL
Para pengurus Forum Asosiasi Kelompok Tani (FAKTA) Kabupaten Pasbar. RIZAL

JERNIHNEWS.COM-Sejumlah perwakilan Kelompok Tani (Poktan) Pasaman Barat (Pasbar) membentuk Forum Asosiasi Kelompok Tani (FAKTA) Kabupaten Pasbar. Mereka ingin mewujudkan petani sejahtera dengan mengembangkan bioteknologi pertanian modern sebagai sumber daya pembangunan Kabupaten Pasbar yang seimbang dan berkesinambungan.

FAKTA Pasbar yang diketuai Imam Jendri ini dibentuk di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasbar, Selasa (23/03/2021). Pembetukannya dihadiri lebih dari 20 perwakilan Poktan di Kabupaten Pasbar. Selain Imam Jendri, Khaidir Chandra juga ditunjuk sebagai Sekretaris dan Zulkan sebagai Bendahara.

Ketua FAKTA Pasbar, Imam Jendri mengatakan, FAKTA Pasbar merupakan gabungan dari sejumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Pasbar. FAKTA dibentuk guna mengkoordinasikan semua potensi pertanian, mengembangkan bio teknologi pertanian modern, sebagai sumberdaya pembangunan Pasbar yang seimbang. Sekaligus juga sebagai penyambung aspirasi dan sebagai sumber informasi dari petani.

"Kita ingin membantu petani, terutama tentang masalah ketersediaan pupuk dan informasi pemasaran hasil tani," ujarnya.

Menurutnya, potensi hasil pertanian dan perkebunan di Kabupaten Pasbar sangat mempengaruhi kemajuaan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Pasbar. Dengan pengembangan bio teknologi modern, petani akan lebih sejahtera dan akan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

"Petani adalah sumber kelangsungan kehidupan, petani yang sejahtera membawa keseimbangan kota dan desa, jika petani sukses, maka pejabat, pengusaha dan masyarakat juga akan menikmati hasilnya dengan baik dan kebersamaan," ucapnya.

Imam Jendri berharap kepada pemerintah daerah, agar dapat mengatasi permasalah yang dirasakan oleh petani selama ini, terutama menyangkut ketersediaan pupuk, bibit dan pemasaran. Menurutnya, hal tersebut bisa diatasi dengan memberdayakan Perusahaan Daerah (Perusda) dan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag).

"Badan usaha ini bisa dimanfaatkan untuk menampung atau menyalurkan hasil tani masyarakat, " kata Imam Jendri mengahkiri.(rzl)