Generasi Muda Mesti Melek Biografi Tokoh

oleh -237 klik
H. Irwandi Nashir saat memberikan ceramah motivasi dan bedah buku biografi H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik, Kamis (11/03/2021) di Graha 165 Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Kota Padang Panjang. IST
H. Irwandi Nashir saat memberikan ceramah motivasi dan bedah buku biografi H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik, Kamis (11/03/2021) di Graha 165 Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Kota Padang Panjang. IST

JERNIHNEWS.COM-Generasi muda perlu memperkaya wawasan mereka dengan literasi biografi tokoh. Bukan saja tokoh yang sudah dikenal secara luas, namun tokoh-tokoh yang ada di sekitar mereka juga tak kalah penting untuk mereka kenal. Sejatinya, di sekitar kita ada banyak tokoh. Tokoh yang dimaksud adalah mereka yang punya prestasi dalam hidupnya terutama berbuat yang terbaik untuk orang lain. Dengan membaca biografi, generasi muda tak hanya diajarkan pentingnya mengenang jasa orang lain, tapi juga diajak untuk mengenal nilai-nilai moral yang penting bagi kesuksesan hidup.

"Seorang ayah yang sukses menunaikan amanahnya sebagai ayah akan menjadi tokoh di hati keluarganya. Seorang guru yang sukses mendidik akan menjadi tokoh di mata murid-muridnya. Karenanya, kisah hidup mereka perlu dituliskan agar menjadi cermin untuk berkaca bagi generasi berikutnya," kata H. Irwandi Nashir usai memberikan ceramah literasi dan membahas buku Kegigihan Seorang Perantau Minang: Kisah dan Hikmah Perjalanan Hidup H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik di Graha 165 Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Kamis (11/03/2021).

Menurut dosen IAIN Bukittinggi ini, banyak orang yang dipandang tokoh oleh komunitasnya, meskipun ia tak terlalu dikenal oleh semua orang di seantero negeri ini. Tokoh itu mendapatkan penghargaan dari lingkungannya karena kepeduliannya pada orang lain. "Tanpa melihat kecil dan besarnya jasa mereka, kisah hidup mereka mestinya dituliskan untuk diwariskan kepada generasi muda," ujar penggerak literasi guru melalui program GM3 (Guru Membaca, Guru Mengajar, dan Guru Menulis) ini.

Irwandi Nashir memberikan contoh tentang kisah hidup H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik (1945-2017) yang ditulisnya. Dikatakannya, H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik atau akrab disapa Pak Haji adalah pendiri Pesantren Terpadu Serambi Mekkah Padangpanjang, Sumatera Barat.

"Banyak nilai dan pelajaran yang dapat dipetik dari perjuangan hidup beliau. Meski tak punya selembar ijazah sekolah formal, tapi beliau mampu mendirikan pesantren yang hingga kini masih eksis", ujar penulis buku Berdamai dengan Takdir: Perjuangan Seorang Buruh Meraih Mimpi ini. (r)