DPMN Limapuluh Kota Siapkan Lomba Nagari 2021

oleh -102 klik
Kantor Bupati Kabupaten Limapuluh Kota. NET
Kantor Bupati Kabupaten Limapuluh Kota. NET

JERNIHNEWS.COM- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Kabupaten Limapuluh Kota tengah melakukan persiapan perlombaan nagari pada 13 kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Masing-masing kecamatan diwakili oleh satu nagari. Aturan dan teknis serta tim panitianya tengah kita persiapkan," kata Usman, Sekretaris DPMN Limapuluh Kota, Kamis (04/03/2021) kepada jernihnews.com di kantornya.

Usman menjelaskan, kriteria penilaian cukup banyak, di antaranya pengembangan potensi nagari, kondisi kelembagaan nagari, penyusunan profil nagari, perkebangan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), Peraturan Nagari, akuntabilitas keuangan nagari, evaluasi tingkat perkembangan nagari, dan lain lainnya.

"Keberadaan produk unggulan nagari juga termasuk salah satu kriteria yang dinilai dalam lomba nagari itu," kata pria yang berasal dari Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota ini.

Nagari-nagari di Kabupaten Limapuluh Kota yang pernah menjadi juara dalam lomba nagari dan menjadi utusan pada lomba tingkat provinsi adalah Nagari Taram (2019), Nagari Koto Bangun Kapur IX (2018), Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang (2017) dan Nagari VII Koto Talago (2016).

"Kalau saat Nagari Sitapa yang juara dalam lomba nagari, produk unggulannya adalah keberadaan website nagarinya. Dengan keberadaan websitenya, Nagari Sitapa juga tiga kali terpilih sebagai nagari dengan keterbukaan terbaik dari Komisi Informasi Sumatera Barat," kata Usman.

Lebih lanjut, Usman mengungkapkan, kini jumlah nagari tertinggal di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, ada 2 nagari, yakni Nagari Koto Lamo dan Nagari Gelugur. Dua nagari itu sama-sama berada di Kecamatan Kapur IX. Sebelumnya Nagari Harau juga termasuk nagari tertinggal, namun sudah keluar dari status tersebut pada tahun 2018 lalu.

Kapan ditargetkan Nagari Koto Lamo dan Gelugur keluar dari status nagari tertinggal? Menjawab pertanyaan ini, Usman sangat berharap di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Rizki Kurniawan Nakasri, kedua daerah dapat naik kelas, sehingga keluar dari status nagari tertinggal.

"Mudah-mudahan di era Pak Bupati kita yang sekarang kedua daerah bisa keluar dari status nagari tertinggal," kata Usman menandaskan. (erz)