Kanwil Kemenkumham Sumbar Minta Tingkatkan Layanan Lapas

oleh -156 klik
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Andika Dwi Prasetyo meminta seluruh petugas dan wargaa binaan Lapas Terbuka Kelas II B Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) untuk lebih meningkatkan produktifitas selama masa pandemi Covid-19, saat berada di Lapas Terbuka Kelas IIB Pasbar, Rabu (24/4/2021). RIZAL
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Andika Dwi Prasetyo meminta seluruh petugas dan wargaa binaan Lapas Terbuka Kelas II B Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) untuk lebih meningkatkan produktifitas selama masa pandemi Covid-19, saat berada di Lapas Terbuka Kelas IIB Pasbar, Rabu (24/4/2021). RIZAL

JERNIHNEWS.COM-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Andika Dwi Prasetyo meminta seluruh petugas dan wargaa binaan Lapas Terbuka Kelas II B Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) untuk lebih meningkatkan produktifitas selama masa pandemi Covid-19.

Produktifitas tersebut diutamakan dalam hal pemberian layanan terbaik kepada masyarakat. Sehingga apapun kebutuhan masyarakat selama pandemi Covid-19 ini dapat terus terpenuhi.

"Ini adalah perintah presiden, kita diminta produktif dan memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat meski dalam keadaan dan kondisi pandemi," ujar Andika kepada awak media, di Simpang Empat, Rabu (24/4/2021).

Andika menambahkan, di masa pandemi Covid-19, Kemenkumham juga memberikan program Asimilasi terhadap warga binaan yang telah menjalani setengah masa tahanan. Program asimilasi diberikan dalam rangka menyelamatkan warga binaan lapas dari paparan Covid-19.

"Asimilasi artinya tidak bebas, hanya saja warga binaan yang sudah mendapatkan asimilasi dipulangkan ke rumah dan beraktifitas di rumah. Tapi selalu dipantau oleh petugas. Itu guna mencegah penyebaran Covid-19," kata Andika.

Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kelas II B Kabupaten Pasbar, Azhar mengatakan, selama pandemi Covid-19, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi kesehatan seluruh petugas dan warga binaan lapas. Untuk mengisi waktu dan menghilangkan kejenuhan, seluruh warga binaan diberikan beberapa kegiatan seperti pelatihan dan pemberdayaan di dalam bidang pertanian.

"Di Lapas Terbuka Kelas II B Pasbar, kita memiliki sekitar 20 hektar lahan, dan 12 hektar di antaranya sudah ditanami jagung," ungkap Azhar.

Azhar menambahkan, selain bertani, semua warga binaan juga diberikan pelatihan tentang cara membudidayakan ikan air tawar dengan memanfaatkan kolam yang ada di lapas. Tujuannya agar semua warga binaan memiliki bekal dan keterampilan ketika kembali ke masyarakat.

"Yang paling penting adalah, sikap pelayanan dari petugas lapas, karena seluh petugas harus bisa menghargai dan membimbing warga binaan, sehingga mereka nyaman dan tidak ada niatan untuk kabur dari lapas," katanya menandaskan.(rzl)