Lapas Terbuka Kelas IIB Pasbar Deklarasi Wilayah Bebas Korupsi

oleh -255 klik
Kegiatan Deklarasi Wilayah Bebas Korupsi oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman Barat, Rabu (24/02/2021). RIZAL
Kegiatan Deklarasi Wilayah Bebas Korupsi oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman Barat, Rabu (24/02/2021). RIZAL

JERNIHNEWS.COM-Seluruh pegawai Lembaga Permasyarakatan Terbuka Kelas II B Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), menggelar acara Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2021, Rabu, (24/02/2021).

Janji kinerja ini guna mewujudkan Kabupaten Pasbar bebas dari Korupsi, Pungli dan Narkoba, serta untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Pendeklarasian dilangsungkan di Aula Lapas Terbuka Kelas II B Kabupaten Pasbar, Simpang Empat, Pasbar.

Penandatanganan surat perjanjian kinerja ini, dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Kelas II B Kabupaten Pasbar, Azhan dan disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumhan) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Andika Dwi Prasetyo. Dan juga dihadiri Danramil 02 Simpang Empat, Polres Pasbar, Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan BNNK Pasbar.

Kepala Lapas Terbuka kelas II B Kabupaten Pasbar, Azhar mengatakan, di tahun 2021, pihaknya berkomitmen mewujudkan Kabupaten Pasbar menjadi WBK dan WBBM. Untuk mencapai hal tersebut, tentunya butuh upaya dan kinerja yang maksimal dari setiap petugas lapas, serta dukungan dari pemda dan instansi terkait lainnya.

"Semoga target kita di tahun 2021, untuk mewujudkan Kabupaten Pasbar bebas dari korupsi, pungli dan narkoba dapat tercapai, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat," ucap Azhar.

Selain itu, Azhar juga meminta seluruh petugas untuk terus memberikan bimbingan dan pemberdayaan kepada semua warga binaan yang berada di lapas. Warga binaan diberikan pelatihan untuk mencipatakan produktifitas, sehingga bisa memiliki bekal ketika kembali kemasyarakat.

"Total ada sebanyak 17 orang warga binaan yang terus kita berikan pelatihan dan pemberdayaan, baik itu di bidang pertanian dan budidaya ikan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada," ujar Azhar mengakhiri.(rzl)