Sungai Kamuyang, Nagari Berpendapatan Terbesar di Limapuluh Kota

oleh -459 klik
Kolam pemandian Batang Tabik di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota. NET
Kolam pemandian Batang Tabik di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota. NET

JERNIHNEWS.COM-Sungai Kamuyang adalah nagari yang terletak di kaki Gunung Sago, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Salah satu yang paling dikenal di Sungai Kamuyang adalah Kolam Pemandian Batang Tabik. Dari sumber mata air Batang Tabik ini pula, Sungai Kamuyang mendapat pemasukan sekitar Rp500 juta pertahun, hasil kerja sama dengan PDAM Kota Payakumbuh.

Fajri El Abassy, Kasi Kesejahteraan Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota. ERZ
Fajri El Abassy, Kasi Kesejahteraan Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota. ERZ

Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Nagari Sungai Kamuyang, Fajri El Abassy mengatakan dari kerja sama nagari ini dengan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Payakumbuh, diperoleh pemasukan sekitar Rp500 juta pertahun. Pada tahun 2020, pemasukan dari kerja sama itu Rp600 jutaan. Sedangkan di 2019 lebih kurang Rp500 juta.

Pasokan sumber air utama PDAM Kota Payakumbuh berasal dari mata air Batang Tabik yang tempatnya berdampingan dengan kolam renang pemandian Batang Tabik. Dari Batang Tabik menuju Kota Payakumbuh air dialirkan melalui pipa induk yang membentang sepanjang lebih kurang 5 km.

Uang yang bersumber dari kerja sama dengan PDAM Kota Payakumbuh itu masuk ke kas Nagari Sungaikamuyang dan menjadi APBN atau Anggaran Pendapatan Belanja Nagari. Dana itu selanjutnya dimanfaatkan untuk pembangunan irigasi, jalan, kolam renang, pemberdayaan 9 jorong dan lainnya.

"Dana tersebut masuk menjadi APBN dimanfaatkan untuk pembangunan dan pemberdayaan nagari," kata Fajri El Abassy, Selasa (16/02/2021) kepada jernihnews.com di Kantor Wali Nagari Sungai Kamuyang, Jl. Raya Payakumbuh Lintau KM 6.

Menurut Fajri, Nagari Sungai Kamuyang memiliki beberapa spot yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata. Nagari yang sebagian jorongnya berada di lereng Gunung Sago ini memiliki view-view yang indah. Pemandangan yang aduhai itu terbentang ke arah Kota Payakumbuh dan Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Spot-spot dengan view cantik itu pun telah diinvetarisasi oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Limapuluh Kota.

Fajri juga menyebut Kolam Pemandian Batang Tabik sebagai salah satu andalan destinasi wisata di Nagari Sungai Kamuyang yang juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat. Dari objek wisata Pemandian Batang Tabik juga mengalir pemasukan ke nagari hingga puluhan juta rupiah setahun. Kini Kolam Renang Pemandian Batang Tabik dikelola oleh Karang Taruna Amnaska bekerja sama dengan Nagari Sungai Kamuyang.

Bersebelahan dengan Kolam Pemandian Batang Tabik, sejak akhir tahun 2020 juga mulai beroperasi objek wisata baru, Batang Tabik Waterpark, milik swasta. Pihak nagari dengan melibatkan ninik mamak dan tokoh masyarakat lainnya, kini tengah menyiapkan formulasi kerjasama dengan pihak Batang Tabik Waterpark dalam kerangka bersinergi dalam mamajukan nagari dan mendorong kemajuan investasi yang ada di nagari tersebut.

Fajri mengatakan jumlah penduduk Nagari Sungai Kamuyang 7.452 jiwa. Sedangkan luasnya 3.037 hektar. Nagari ini terdiri dari 9 jorong, yakni Subaladung, Tabiang, Tanjuang Kaliang, Batang Tabik, VI Kampuang, VIII Kampuang, XII Kampuang, Rageh dan Madang Kadok.

Nagari Sungai Kamuyang kini tengah menyiapkan Musyawarah Nagari (Musnag) untuk memilih Banmus dan Wali Nagari. Sungai Kamuyang berjarak sekitar 3 km dari Ibukota Kecamatan Luhak dan sekitar 13 km dari Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota, Sarilamak. Sungai Kamuyang hanya sekitar 5 km saja dari Pusat Kota Payakumbuh.

Nagari ini letaknya cukup strategis karena berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan Lintau, Tanah Datar. Jalan ini juga sebagai jalur alternatif bagi warga Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang bepergian ke Jakarta atau provinsi di bagian selatan Pulau Sumatera dengan transportasi darat.

Masyarakat Nagari Sungai Kamuyang sebagian besar berprofesi sebagai petani, peternak, ASN, pedagang dan lainnya. Sebagian besar lahan pertanian masyarakat Sungai Kamuyang tergolong tadah hujan. Karena itu pihak nagari senantiasa berupaya melalukan terobasan membangun sistem irigasi. (erz)