Jual Obat Aborsi Ilegal, Pemilik Apotek dan 2 Pasangan Ditangkap

oleh -181 klik
Sejumlah obat yang diamankan dari salah satu apotek yang menjual obat aborsi ilegal di Kota Padang. Sebanyak enam orang ditahan polisi. Dua pemilik apotek dan empat lainnya ditangkap, karena terlibat aborsi ilegal. TNS
Sejumlah obat yang diamankan dari salah satu apotek yang menjual obat aborsi ilegal di Kota Padang. Sebanyak enam orang ditahan polisi. Dua pemilik apotek dan empat lainnya ditangkap, karena terlibat aborsi ilegal. TNS

JERNIHNEWS.COM- Satreskrim Polresta Padang menangkap enam orang yang terlibat aborsi. Dua Pelaku merupakan pasangan suami istri pemilik salah satu apotek di Jalan Kesatria Kelurahan Ganting, yang menjual obat keras untuk aborsi.

Sedangkan empat pelaku lainnya adalah pasangan yang bukan suami istri. Dua pasangan itu, diketahui dengan sengaja menggugurkan kandungannya lantaran hamil di luar nikah.

Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, S.Ik melalui PS. Kasubbag Humas Ipda Helga membenarkan perihal penangkapan terhadap pelaku yang menjual obat keras untuk aborsi, maupun yang menggugurkan kandungan.

"Masing-masing ditangkap pada hari Kamis tanggal 11 Februari 2021dan hari Jumat tanggal 12 Februari 2021," Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, sebagaimana dikutip dari Tribratanews.com.

Disebutkan, pemilik apotek yang ditangkap adalah IW (50) dan S (50). Sedangkan empat pelaku lainnya adalah AHS (20), ND (20), FS (20) dan AS (25). Mereka merupakan mahasiswa.

Pengungkapan bermula anggota opsnal Satreskrim Polresta Padang mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Apotek IF sering terjadi transaksi penjualan obat-obatan daftar G atau obat keras tanpa izin edar, yang mana obat tersebut sengaja diperjualbelikan kepada wanita-wanita hamil yang ingin aborsi tanpa ada resep dari dokter.

"Dari informasi tersebut, petugas memancing pelaku dengan cara bertransaksi membeli obat-obat keras tersebut dan benar bahwa pemilik apotek memang ada memperjualbelikan obat keras dan tujuannya memang hanya untuk orang-orang yang ingin aborsi," ungkapnya.

Dari penangkapan terhadap pemilik toko apotek tersebut, polisi mengamankan barang bukti diantaranya:

a. 60 tablet CYTOTEC

b. 80 tablet DIAZEPAN

c. 251 tablet ALPRAZOLAM

d. 440 tablet AMITRTLINE

e. 70 strip HALOPERIDOL

f. 288 tablet TRIHEXYPENIDYL

g. 88 tablet Hexymarh

h. 100 butir RISPRIDONE

I. 99 tablet CHLOPROMAZINE

j. 75 tablet TRAMADOL

k. 50 tablet CLOBAZAM

l. HEVBESER 100 mg

Pelaku, mengaku telah mengedarkan obat keras untuk menggugurkan kandungan tersebut sejak tahun 2018. "Kurang lebih sudah 30 orang wanita hamil di luar nikah yang menjadi konsumennya," ujar Ipda Helga.

Selanjutnya, pada hari Jumat tanggal 12 Februari 2021 tim opsnal melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menangkap keempat mahasiswa pelaku aborsi.

"Para pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Padang untuk proses selanjutnya," katanya menandaskan. (pr)