Pasca Lakalantas Maut, Lubang-lubang Jalinsum Ditimbun Sirtu

oleh -184 klik
Salah satu ruas jalan Jalinsum yang rusak parah di Dharmasraya yang kini ditimbun sirtu, pasca kecelakaan lalulintas maut yang menelan nyawa Rangga (19) mahasiswa Undhari Dharmasraya. DI
Salah satu ruas jalan Jalinsum yang rusak parah di Dharmasraya yang kini ditimbun sirtu, pasca kecelakaan lalulintas maut yang menelan nyawa Rangga (19) mahasiswa Undhari Dharmasraya. DI

JERNIHNEWS.COM-Kerusakan berat pada Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) di wilayah Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung telah mengakibatkan kecelakaan lalulintas yang berujung tewasnya seorang mahasiswa Undhari, Dharmasraya. Pasca kecelakaan, lubang-lubang besar yang menganga di sepanjang jalinsum ditimbun sirtu (pasir dan batu). Namun, tetap saja tak menyelesaikan masalah, karena sebentar saja kubangan kerbau kembali muncul di sepanjang jalinsum.

Adalah Rangga Fagiarianto (19), mahasiswa Undhari Kabupaten Dharmasraya yang tewas tergilas truk pembawa batu bara BM 8170 AO, Selasa (09/02/2021) pagi di Jalinsum, Gunung Medan, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya. Kecelakaan lalulintas yang merenggut nyawa Rangga dipicu lubang menganga di jalinsum.

Truk tronton pembawa batu bara yang datang dari arah Sungai Rumbai mengambil jaur kanan guna menghindari lubang besar dan dalam yang menganga di jalur sebelah kiri. Dari arah lain, Rangga datang beriringan dengan mobil Toyota Calya BA 1160 KA yang dikemudikan oleh Mursidi Amin. Mobil Toyota Calya ada di depannya.

Karena ada truk yang tiba-tiba mengambil jalur kanan, mobil Toyota Calya yang ada di depan Rangga berhenti. Rangga kaget, dan menabrak bamper belakang mobil Toyota Calya yang dikemudikan Mursidi Amin tersebut. Berikutnya, Rangga tumbang ke kanan. Dari arah berlawanan datang truk tronton yang langsung melindas sepeda motor dan tubuh Rangga, hingga mahasiswa Undhari yang masih berusia 19 tahun itu tewas di tempat kejadian perkera (TKP).

Salah seorang warga Dharmasraya yang saban hari melewati jalinsum mengatakan nyaris setiap hari terjadi kecelakaan di jalinsum. Selain itu juga kerap terjadi pertengakaran antara pengemudi, karena berebutan mengambil jalur jalan yang tidak rusak. Juga banyak kendaraan yang mengalami kerusakan, akibat jalinsum yang rusak parah. "Berbagai macam kejadian di dekat jalan yang berlobang," kata Anton.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Ir. Junnedy Yunus mengatakan penambalan Jalinsum dengan sirtu hanya bersifat darurat saja, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Penambalan tersebut ulasnya, dikerjakan oleh PT. Tri Jaya. Sedangkan Jalinsum merupakan jalan nasional yang penanganannya oleh pemerintah pusat dengan APBN. Sementara PUPR Kabupaten Dharmasraya hanya bersifat koordinasi dengan Balai Wilayah Jalan Nasional.

"Kita hanya memberikan informasi, koordinasi dengan BWJN," sebutnya menandaskan. (di)