Ustadz Halim, Mengenalkan Tuhan Untuk Anak Punk Jalanan

oleh -270 klik
Sejumlah mantan anak punk jalanan melaksanakan Shalat Zuhur berjamaah yang diimami Ustadz Halim Ambiya di Pondok Tassauf Underground, Kompleks Ruko Pasar Cimanggis Ciputat Blok C No.27, Cipatat, Tangerang Selatan yang menjadi tempat penampungan mantan anak punk jalanan. MERDEKA.COM
Sejumlah mantan anak punk jalanan melaksanakan Shalat Zuhur berjamaah yang diimami Ustadz Halim Ambiya di Pondok Tassauf Underground, Kompleks Ruko Pasar Cimanggis Ciputat Blok C No.27, Cipatat, Tangerang Selatan yang menjadi tempat penampungan mantan anak punk jalanan. MERDEKA.COM

JERNIHNEWS.COM- Suara azan Zuhur berkumandang. Seketika semua kesibukan terhenti di sebuah ruko berlantai tiga di pinggir Jalan Raya Parung-Ciputat. Di dalamnya berisi sekelompok pria penuh tato di badan. Penampilan mereka bak berandalan. Tapi itu adalah cerita di masa kelam.

Para mantan anak punk jalanan tekun melakoni pekerjaan laundry salah satu usaha bisnis di Pondok Tassauf Underground Ustadz Halim Ambiya. MERDEKA.COM
Para mantan anak punk jalanan tekun melakoni pekerjaan laundry salah satu usaha bisnis di Pondok Tassauf Underground Ustadz Halim Ambiya. MERDEKA.COM

Para pria bertato itu kemudian bergegas mengambil wudhu. Membersihkan diri dan mengganti pakaian layak untuk shalat berjemaah. Menempati ruang tengah, mereka membentuk dua saf salat. Ibadah pun berlangsung khusyuk dan tenang. Begitu shalat selesai, mereka tidak segera bubar. Doa-doa masih terus dipanjatkan.

Para mantan anak punk jalanan tekun mengaji alquran dan hadist di Pondok Tassauf Underground Ustadz Halim Ambiya. MERDEKA.COM
Para mantan anak punk jalanan tekun mengaji alquran dan hadist di Pondok Tassauf Underground Ustadz Halim Ambiya. MERDEKA.COM

Siang itu, shalat dipimpin Ustadz Halim Ambiya. Sosok ini sangat berpengaruh atas perubahan hidup para pemuda itu. Sudah enam tahun Sang Ustadz berjuang. Berupaya mengajak para anak punk jalanan agar lebih mengenal Tuhan.

Dikutip dari merdeka.com, Pondok Tassawuf Underground, begitulah nama lokasi itu disebut. Tempat ini bisa dikatakan sebagai penampungan. Bukan sekedar tempat tinggal. Para mantan anak punk jalanan itu juga diajarkan aneka keterampilan demi mengubah hidup lebih baik di masa depan.

"Di sini semua nyaman. Sudah berasa sebagai keluarga," ujar Ustaz Halim bercerita kepada merdeka.com, Senin (01/02/2021) lalu.

Para pemuda di pondok ini Tassawuf tiap hari menjalankan bisnis laundry. Mulai pagi hingga sore, mereka sibuk membawa pakaian kotor untuk dicuci dan disetrika pada ruangan yang disekat menjadi dua di dalam ruko.

Tidak berhenti di situ, di malam hari mereka berlanjut jualan angkringan di depan ruko berlokasi di Kompleks Ruko Pasar Cimanggis Ciputat Blok C No.27, Cipatat, Tangerang Selatan, tersebut. Mulai dari minuman hingga beragam makanan banyak tersedia. Semua disusun rapi di atas gerobak kayu. Para pemuda ini pun bergantian melayani pembeli.

Tentu saja, bukan hal mudah bagi Ustadz Halim merangkul para anak punk jalanan, hingga mereka kembali ke jalan mengenal Tuhan. Semua memakan proses panjang. Dimulai dengan sekitar 10 orang, lalu perlahan banyak kelompok punk jalanan berdatangan.

Pendekatan tassawuf dengan menitikberatkan pemahaman tauhid kepada Allah SWT, adalah metode yang dipakai Ustaz Halim. Cara itu selama ini cukup efektif. Bahkan mampu membawa perubahan besar bagi anak punk jalanan guna memperbaiki diri menjauhi perbuatan maksiat. Khususnya ketika mereka kembali ke masyarakat.

Deni, salah seorang mantan anak punk jalanan di Pondok Tassawauf Underground, menceritakan bagaimana dirinya pertama kali menjalankan ibadah shalat. Kala itu dia tidak mengerti tata cara mulai dari wudhu hingga bacaan doa. Semua hanya mengikuti gerakan Ustaz Halim ketika shalat. "Pertama kali diajak shalat, hati gue bergetar," ungkap Deni.

Perlahan, kini tentang agama Islam mulai mereka pahami. Shalat lima waktu pun tak pernah ditinggal. Perasaannya kini lebih tenang. Ajaran dari Ustaz Halim benar-benar dilakukan.

Setiap harinya para mantan anak punk jalanan itu belajar mengupas Alquran dan Hadist. Bahkan ada jadwal pengajian khusus yang digelar tiap malam Jumat dan Minggu malam. Semua dilakukan bersama-sama. Bila semua kumpul, total sudah ada ratusan santri berlatar belakang serupa dengan Deni.

Diilhami Pengalaman

Jalan kebaikan yang dilakoni Ustaz Halim bukan tanpa latar. Semua berawal ketika dia mengunjungi Pattani, Thailand. Kunjungannya ke negeri gajah putih itu guna mengisi seminar di sana. Kebetulan kala itu suasana tengah ricuh akibat kerusuhan. Dalam keadaan mencekam, Ustaz Halim dibantu sekelompok anak punk jalanan untuk dievakuasi.

Mulai dari situ, pandangan Ustadz Halim berubah terhadap mereka yang berpenampilan berandalan. Mereka yang sehari-hari berada di jalan tak semua bersifat jahat. Bahkan banyak di antara mereka hanya perlu bimbingan agar hidup lebih baik. Apalagi biasanya anak punk jalanan terjadi karena mereka korban broken home.

Dari pengalaman itu, Ustadz Halim yang juga seorang dosen tersebut itu pun memberanikan diri membuat gerakan Tassawauf Underground. Harapannya agar para anak punk jalanan bisa memiliki hidup lebih baik. Tidak hanya itu, banyak pula para jebolan "pesantren" ini ikut melakukan syiar Islam terhadap komunitasnya.

"Jadi bukan sekedar ilmu agama, akan percuma jika keluar dari Pondok Tasawuf mereka kembali ke jalanan lagi, misal untuk mengamen," ujar Ustaz Halim mengungkapkan. (pr)

Sumber: merdeka.com

https://www.merdeka.com/khas/mengenalkan-tuhan-untuk-anak-punk-jalanan