Sepi Akibat Pandemi, 1.033 Hotel di Indonesia Tutup Permanen

oleh -231 klik
Foto ilustrasi. Kamar salah satu hotel berbintang di tanah air. NET
Foto ilustrasi. Kamar salah satu hotel berbintang di tanah air. NET

JERNIHNEWS.COM-Sektor pariwisata menjadi salah satu industri yang paling terdampak pandemi virus corona. Termasuk juga bisnis hotel yang kini 'babak belur' akibat pengunjung tak lagi ramai. Banyak hotel memilih tutup permanen, karena tak mampu lagi bertahan.

Ketua Badan Pimpinan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Sutrisno Iwantono mengungkapkan sepanjang tahun 2020 sebanyak 1.033 tempat usaha restoran dan hotel di Indonesia yang tutup secara permanen. Penutupan permanen ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

"Sejak Oktober 2020 sampai sekarang, bisa diperkirakan sekitar 125 hotel dan 150 restoran tutup per bulan,'' kata Sutristo, sebagaimana dikutip dari Kumparan.

Sutrisno menyebut angka itu didapat melalui hasil survei PHRI Pusat sejak September 2020. Survei tersebut dilakukan terhadap 9.000 lebih restoran dan hotel di seluruh Indonesia, dengan 4.469 koresponden.

Hotel dan restoran, sebut Sutrisno, saat ini tengah berada di situasi yang sangat terpuruk akibat sepinya pengunjung. Pernyataan itu disampaikan Sutrisno dalam rangka menyikapi penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang berlaku 11 hingga 25 Januari 2021 lalu.

Di sisi lain, PHRI juga menyoroti wacana penerapan karantina wilayah (lockdown) setiap akhir pekan yang direncanakan pemerintah. Ia memprediksi, kebijakan tersebut akan memperparah kondisi usaha hotel dan restoran di wilayah setempat.

''Saat ini sudah mulai banyak reservasi untuk acara-acara pertemuan dan pernikahan dalam skala kecil di hotel dan restoran, tentunya akan berdampak dalam pembatalan dan pengembalian pembayaran jika opsi ini berjalan,'' katanya.

''Usulan 'lockdown' akhir pekan ini terlalu mendadak dan akan memberatkan pelaku usaha khususnya hotel dan restoran di Jakarta,'' katanya.

Sementara itu, akibat hunian hotel yang sangat rendah, PHRI menyebut ratusan hotel di Jawa Barat bangkrut. Menurut data yang dimiliki PHRI, hotel yang paling banyak mengalami kebangkrutan yakni di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat.

Sebab, wilayah itu yang paling terdampak ketika kunjungan wisatawan menurun. Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat pada masa penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) angka okupansi hotel di Kota Bandung hanya mencapai 10 hingga 20 persen. (pr)