Jalan Nasional di OTS Payakumbuh Rusak Berat, Wako Sudah Lapor ke Pusat

oleh -230 klik
Dinas PUPR Kota Payakumbuh menimbun lubang-lubang besar yang menganga di Jalan Ahmad Dahlan, kawasan  Talawi Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh secara swadaya. Jalan ini merupakan jalan nasional. HUMAS
Dinas PUPR Kota Payakumbuh menimbun lubang-lubang besar yang menganga di Jalan Ahmad Dahlan, kawasan Talawi Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh secara swadaya. Jalan ini merupakan jalan nasional. HUMAS

JERNIHNEWS.COM- Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengaku telah menyampaikan kepada Kementerian PUPR persoalan Jalan Ahmad Dahlan, Payakumbuh yang rusak berat di kawasan Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Payakumbuh Utara. Karena jalan itu berstatus sebagai jalan nasional, Pemko Payakumbuh tidak berwenang memperbaikinya dengan APBD.

Wako Riza Falepi, mengatakan jalan itu bukan wewenang Pemko Payakumbuh memperbaikinya. Bukan Riza yang tidak ingin, tapi secara aturan jalan itu tidak bisa diperbaiki dengan APBD Kota Payakumbuh. Karena bisa menjadi temuan BPK.

"Apabila dipakai APBD, maka akan menjadi temuan. Jalan ini memang setiap tahun rusak karena pondasinya tidak stabil, sebaiknya dicor. Malah, kita sudah konsultasi ke Balai Jalan sebagai perwakilan pengelola jalan nasional, kemudian kita lanjut ke Jakarta berkonsultasi ke Kementerian PUPR dan Komisi 5 DPR RI terkait penganggarannya," kata Riza Falepi didampingi Kadis PUPR Muslim, Rabu (03/02/2021) sebagaimana dikutip dari Portal Pemko Payakumbuh.

Menurut Riza yang lulusan S2 ITB tersebut, jalan itu seharusnya dicor pakai beton bertulang sepanjang kurang lebih 500 sampai 600 meter, sehingga tak rusak berulang setiap tahun.

"Kalau diaspal lagi, belum masuk masa perbaikan tahunannya, jalan itu rusak lagi. Karena kendaraan yang lewat banyak melebihi tonase, terkesan ada pembiaran. Pembiaran ini harusnya pihak berwajib turun tangan mengawasi mobil yang lewat. Pemko tak bisa melarang mobil lewat. Berbagi tugaslah kita menyelesaikan persoalan seperti ini," kata Riza.

Guna menghindari terjadinya kecelakaan dan jatuhnya korban di lubang-lubang yang menganga di sepanjang jalan itu, Dinas PUPR Kota Payakumbuh menimbunnya pada, Selasa (2/2) sore. Penimbunan oleh PUPR Payakumbuh dilakukan karena Pemko Payakumbuh tak ingin lepas tangan dengan kondisi itu.

"Kita mencoba membantu dengan berswadaya, kita bantu timbun sementara untuk meminimalisir kecelakaan, dan itu tak mungkin bertahan lama karena mobil yang lewat besar-besar," sebut Riza.

Riza memaparkan, ruas jalan yang menghubungkan Bukittinggi-Pangkalan itu sekali tender perbaikan tidak hanya untuk satu titik saja, tetapi banyak titik.

Riza berharap masyarakat cerdas dalam menyikapi persoalan jalan, mana yang jadi wewenang pemerintah kota, mana jalan provinsi, dan nasional. Semua itu tentu sudah ada penanggung jawab yang merawat dan mengurusnya.

"Kalau provinsi diurus oleh Kadis PU provinsi bersama penanggung jawab tertingginya gubernur, kalau jalan nasional yang bertanggung jawab adalah menteri PUPR sebagai bagian Kabinet Presiden, pengurusannya diwakili balai jalan. Untuk jalan nasional di Sumbar, kantor balainya di Padang," kata Riza.

"Tidak bisa dicampur adukkan, bukan berarti wali kota diam, kita mengawal ini supaya terawat sudah cukup rasanya," pungkasnya.

Sementara, dari Kadis PUPR Muslim, media mendapat informasi kalau Pemko payakumbuh, melalui Dinas PUPR telah menginformasikan dan mengusulkan agar dilakukan perbaikan segera. "Sudah direspon Balai Jalan dan sekarang sedang proses tender," kata Muslim. (pr)