Gubernur Irwan Prayitno Optimis, Tol Padang-Pekanbaru Pasti Jadi

oleh -213 klik
Proyek jalan tol Padang-Pekanbaru di pada ruas Padang-Sicincin. NET
Proyek jalan tol Padang-Pekanbaru di pada ruas Padang-Sicincin. NET

JERNIHNEWS.COM-Gubernur Sumbar Irwan Prayitno optimis proyek jalan tol Padang-Pekanbaru terus berjalan dan pasti jadi.

"Pembangunan jalan tol prosesnya tetap jalan. Sebab ada (disinformasi) yang menyatakan berhenti dan uang habis," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam Focus Group Discussion (FGD) di Padang Ekspres (Kamis 04/02/2021), sebagaimana dikutip dari Tribunsumbar.

Menurut Gubernur yang juga biasa dipanggil dengan IP ini, PT. Hutama Karya (HK) sebagaimana paparannya dalam FGD sudah menyatakan terus melakukan proses pembangunan sejak digroundbreaking Presiden Februari 2018.

"Semuanya all-out termasuk tokoh masyarakat untuk pembangunan jalan tol ini. Pak Presiden pun saat ground breaking juga sudah minta izin bangun jalan tol kepada tokoh masyarakat yang hadir waktu itu," jelas Irwan Prayitno.

Diakui gubernur, pembangunan tol di Pekanbaru memang lebih cepat. Proses pembebasan lahan dan ganti ruginya lebih cepat. Sedangkan di Sumbar sebagaimana disampaikan pihak HK, sekitar 80 persen merupakan tanah kaum atau ulayat yang pemiliknya hingga ratusan orang sehingga perlu dilakukan upaya persuasif.

"Jalan tol ini pasti jadi. Tak ada satu pun rakyat yang bisa menghambat. Kalau menghambat, penegak hukum akan turun tangan. Ini perintah presiden dan undang-undang. Namun demikian upaya yang dilakukan pemerintah daerah persuasif bersama tokoh masyarakat. Pendekatan dengan ninik mamak. Kita tidak mau refresif. Apalagi ini program nasional. Untuk kepentingan masyarakat. Jadi, kita persuasif. Jika ingin cepat bisa saja dengan melibatkan penegak hukum," katanya menegaskan.

Menurut gubernur memang perlu dilakukan sosialisasi yang intens kepada masyarakat di sekitar lokasi pembangunan sehingga tidak ada disinformasi.

"Jadi, tidak usah takut dengan masalah tanah. Undang dan datangi pemilik tanah. Jalan ini percepat akses barang. Hidup pertanian, peternakan dan pariwisata kita. Ramai kunjungan wisata kita jika jalan tol ini selesai," kata gubernur.

Sementara itu, Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumbar La Ode Muhammad Nusrim menegaskan bahwa tidak ada masalah berarti dengan pembangunan tol.

"Memang dalam pembangunan ada kendala seperti pembebeasan lahan dan ganti rugi tanah. Namun, itu semua sudah teridentifikasi dan bisa diselesaikan. Saya juga ingatkan jangan percaya pada sumber yang tidak jelas. Saya terima kasih media bantu sosialisasi ini. Tidak ada hambatan berarti. Harga yang sebelumnya harus diupdate lagi, data terbaru. Jadi tidak ada masalah lagi soal harga. Tidak akan terulang lagi kejadian penlok 1," katanya menandaskan. (pr)