Pengkhatam Alquran Sebulan Sekali Itu Wafat Saat Sujud Shalat

oleh -378 klik
Ilustrasi seorang perempuan yang tengah sujud shalat. NET
Ilustrasi seorang perempuan yang tengah sujud shalat. NET

JERNIHNEWS.COM-Innalillahi wainnaillahi raajiuun. Telah berpulang ke rahmatullah Ibu Aminah, warga Nagari Balai Rupi, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Kepergian perempuan berusia 86 tahun itu menghadap Sang Khalik sangatlah istimewa. Beliau meninggal ketika sujud Shalat Ashar di rumahnya, Kamis (28/01/2021).

"Beliau pergi dengan kondisi istimewa. Sedang sujud saat menunaikan Shalat Ashar di rumah beliau," kata KH. Sudirman Syair, besan dari Aminah, kepada Jernihnews.com, Jumat (29/01/2021).

Menurut KH. Sudirman Syair yang juga pimpinan Pondok Pesantren Ma'arif As Sa'adiyah Batu Nan Limo, Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota, kematian istimewa pada besannya, Aminah, merupakan tanda-tanda kematian yang husnul khatimah.

Sudirman Syair menyebut bahwa Aminah semasa hidupnya selalu menamatkan Alquran sebulan sekali. Perempuan yang memiliki sepasang anak itu, telah menamatkan Alquran puluhan kali bahkan mungkin ratusan kali di sepanjang hayatnya.

"Tentu saja kematian yang istimewa itu buah dari kebiasaannya yang dekat dengan Alquran. Menamatkan Alquran secara rutin sebulan sekali. Kebiasaan membaca dan kecintaan terhadap Alquran itu perlu jadi contoh oleh kita semua," sebut Sudirman Syair, sembari menyebut bahwa almarhum tidak mengalami sakit sebelum meninggal.

Penuturan KH. Sudirman Syair, Ati anak perempuan almarhumah adalah orang pertama yang menemukan Aminah meninggal saat sujud. Sebelum Shalat Ashar, Ati melihat ibunya masih membaca Alquran. Begitu masuk waktu Shalat Ashar, mereka sama-sama menunaikan shalat wajib empat rakaat itu di kamar masing-masing. Ati sehabis shalat lanjut melaksanakan pekerjaan di dapur. Saat dia menoleh ke kamar, dia melihat ibunya sedang sujud.

Setelah sekitar 15 menit beraktifitas di dapur, Ati kembali melihat ibu ke kamar. Saat dijumpainya ibunya juga masih sujud. Dipanggil-panggil Ibunya tak menyahut. Khawatir terjadi sesuatu, Ati pun memeluk ibunya. Saat itulah, dia mengetahui orang tua tercintanya itu telah pergi menghadap sang khalik.

"Ya begitulah proses kepergian beliau. Meninggalnya dengan cara yang istimewa. Sedang suami almarhumah sudah meninggal sejak sekitar 20 tahun lalu," kata KH. Sudirman Syair,mengulas kembali cerita tentang kepergian Aminah, sebagaimana dituturkan anak almarhumah kepada beliau.

Ratusan orang datang menjenguk, menyampaikan rasa berlangsungkawa ke rumah duka sepanjang Kamis dan Jumat (28-29/01/2021). Penyelenggaraan jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyolatkan dan menguburkan juga diikuti ratusan orang. "Masjid penuh, mungkin lebih dari 500 orang yang menyolatkan jenazah beliau," kata KH. Sudirman.

KH. Sudirman mengetahui soal kebiasaan almarhumah Aminah menamatkan Alquran sebulan sekali dari anak dan menantunya Syahrial, M.Ag. Karena almarhumah sebelum meninggal sempat empat tahun di rumah anaknya Syahrial, M.Ag di Padang. Karena Syahrial mengambil program doktor di perguruan tinggi di Pulau Jawa, dan istrinya juga bekerja, maka Aminah pulang ke rumahnya di Balai Rupih. Aminah tinggal bersama anak perempuannya, Ati. Rutinitasnya membaca dan menamatkan Alquran sebulan sekali terus berlanjut hingga ajal menjemputnya.

Ada juga sahabat Nabi Muhammad, SAW yang meninggal saat sujud shalat. Beliau adalah Abu Tsa'labah. Sahabat nabi tersebut memang selalu berdoa agar Allah SWT mengambil ajalnya saat dia sujud shalat.

Kematian istimewa Abu Tsa'labah itu juga dimuat dalam kitab Siyarul A'lam an-Nubala' karya Imam ad-Dzahabi. Dalam kitab itu disebutkan bahwa Abu Tsa'labah berharap pada Allah Subhanahu Wata'ala agar ia dimatikan dalam kondisi sujud.

Rupanya Allah mengabulkannya. Ketika ia sedang menunaikan shalat malam (Qiyamul Lail), ia meninggal dalam kondisi sujud.(erz)