Keluarga Klarifikasi Soal Pajero yang Terjun ke Sungai

oleh -205 klik
Mobil Pajero milik almarhum H.Fajar yang terjun ke Sungai Batang Mimpi Gunung Medan beberapa hari lalu. DI
Mobil Pajero milik almarhum H.Fajar yang terjun ke Sungai Batang Mimpi Gunung Medan beberapa hari lalu. DI

JERNIHNEWS.COM- Pihak keluarga almarhum H Nasrul atau yang lebih dikenal dengan H Fajar, korban kecelakaan mobil Mitsubishi Pajero yang terjun masuk Sungai Batang Mimpi, Gunung Medan, Dharmasrya beberapa hari lalu memberikan klarifikasi tentang kecelakaan itu, Jumat (08/01/2021) pagi.

Pihak keluarga yang diwakili oleh Syamwil, menjelaskan bahwa saat korban H. Fajar dan korban lainnya sama-sama dirawat di Puskesmas, para saksi korban mengatakan bahwa almarhum H. Fajar sebelum terjun masuk sungai menabrak pengendara motor dan melarikan diri. Hanya saja waktu itu saksi melihat banyak penumpang yang ada di mobil Pajero, tidak saja H. Fajar. Namun saat kejadian penumpang lainnya, kabur melarikan diri dan tinggal hanya korban H. Fajar di mobil Pajero itu. Keluarga sangat berharap kebenaran yang sesungguhnya dari kecelakaan tersebut segera terungkap

Dari percakapan saksi korban dengan pihak keluarga H Fajar, terungkap bahwa sudah terjadi simpang siur pemberitaan, Syamwil kembali mereview pembicaraan si Puskesmas Gunung Medan antara saksi korban dengan pihak keluarga H Fajar. "Mana penumpang lainnya pak?," tanya saksi korban saat itu.

Keluarga korban pun mengatakan bahwa orang tuanya, H. Fajar hanya seorang diri di mobil Pejero. "Papa kami hanya sendiri mengendarai mobil," jawab pihak keluarga korban.

"Mobil Pajero yang manyenggol kami, banyak penumpangnya, ada ibu-ibu yang duduk di sebelah supir, sempat melihat ke arah kami. Tapi mobilnya terus melaju. Berarti bukan Bapak ini yang menyenggol kami," kata saksi korban lagi.

Sementara kata Syamwil, kabar yang beredar sangat bertolak belakang dengan informasi yang ada pada keluarga almarhum. Namun dengan meninggalnya H Fajar, pihak keluarga tabah menghadapi cobaan. "Seandainya almarhum difitnah biarlah Allah yang membalas," kata Syamwil yang juga Ketua Perwatar ini. (di)