Jalan Provinsi di Barulak dan Tanjung Alam yang Rusak Parah, Diaspal Ulang 2022

oleh -256 klik
Wakil Ketua DPRD Sumbar, H. Irsyad Syafar, Lc, M.Ed.
Wakil Ketua DPRD Sumbar, H. Irsyad Syafar, Lc, M.Ed.

JERNIHNEWS.COM-Ruas jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar mulai dari Piladang -- Barulak hingga Tanjung Alam kondisinya rusak parah. Jalan yang sebelumnya sudah beberapa kali tambal sulam kini sudah berlubang lagi. Panjang jalan yang rusak sekitar 10 km. APBD Sumbar sangat terbatas. Perbaikan total baru akan dilaksanakan tahun 2022 mendatang.

Jalan Piladang-Barulak-Tanjung Alam yang menghubungkan Kabupaten Limapuluh Kota-Kabupaten Tanah Datar kondisinya rusak parah. NET
Jalan Piladang-Barulak-Tanjung Alam yang menghubungkan Kabupaten Limapuluh Kota-Kabupaten Tanah Datar kondisinya rusak parah. NET

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, H. Irsyad Syafar, Lc, M.Ed mengatakan dari 11 KM jalan yang membentang antara Piladang-Barulak dan Tanjung Alam, pada tahun 2020 baru hanya 2 km yang sudah diaspal ulang dengan anggaran Rp2,8 miliar. Sedangkan 9 KM lainnya belum diperbaiki. Tahun 2021 ini hanya akan dilakukan perawatan guna menambal lobang-lobang di sepanjang ruas jalan tersebut.

Jalan yang sudah diaspal ulang itu dari jembatan sampai dengan Simpang Baso sepanjang 2 KM. Karena juga ada tebing yang terban di sana, sehingga sebagian anggaran juga terpakai untuk mendam tebing. Direncanakan 2022 akan dianggarkan sekitar Rp10 miliar untuk pengaspalan baru.

"2022 akan diteruskan ke bawah, insyaAllah," kata Ustadz Irsyad kepada jernihnews.com, Rabu (06/01/2021).

Total anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Sumbar tahun 2021 ini hanya sekitar Rp300 miliar dari total Rp 6,7 triliun APBD Sumbar. Padahal sebelum tahun 2016, anggaran PUPR minimal Rp 600 miliar. Ini disebabkan tersedotnya dana APBD oleh anggaran pendidikan, pasca pengelolaan SMA/SMK beralih dari kabupaten/kota ke pemerintah provinsi.

Terpangkasnya anggaran untuk Dinas PUPR Sumbar hingga 50 persen berdampak terhadap kemampuan dinas tersebut dalam menangani berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan dan perbaikan jalan yang berada di bawah kewenangan provinsi.

Jalan provinsi lainnya yang kini kondisinya rusak parah, yakni ruas jalan Halaban-Lintau yang juga menghubungkan wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar. Jalan ini sudah sejak 3 tahun belakangan kondisinya sangat buruk. Ratusan lubang menganga di ruas jalan yang panjangnya sekitar 10 km. Kerusakan diduga akibat jalan kelas III dengan beban maksimal sekitar 8 ton itu dilalui oleh dum truck yang membawa material pembangunan jalan tol.

Tentang hal ini, Irsyad menyebut bahwa di 2021 ini akan dilakukan perbaikan pada ruas jalan Halaban-Lintau dengan dana APBD Sumbar 2021 dengan besar anggaran Rp 4 miliar. Dengan dana yang jumlahnya hampir sama juga akan dilakukan perbaikan jalan oleh PT. HK. Dana tersebut berasal dari dana CSR perusahaan itu. PT. HK adalah perusahaan yang mengerjakan proyek jalan tol di Sumbar.

"Janjinya Januari ini dikucurkan," kata Irsyad Syafar yang berasal dari Dapil Sumbar V (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota) menandaskan. (erz)